Tanjung Puting merupakan salah satu lokasi rehabilitasi orangutan (pongo pygmaeus) di Kalimantan, selain Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. Saya berkesempatan untuk ke Tanjung Puting yang merupakan taman nasional, bergabung dengan trip yang diadakan oleh komunitas backpacker pada Desember 2007.
Tanjung Puting dapat dicapai melalui Pangkalan Bun dengan pesawat dari Jakarta, Semarang dan Surabaya. Kami bersembilan berangkat dari Jakarta dengan pesawat ke Palangkaraya, kemudian dilanjutkan dengan mobil ke Pangkalan Bun, sekitar 9 jam.
Dari Pangkalan Bun menuju Kumai dengan angkutan umum sekitar 20 menit.
Di Kumai kami mulai naik perahu kayu yang disebut klotok, menyusuri sungai Sekonyer menuju hutan Taman Nasional Tanjung Puting. Sungai Sekonyer airnya jernih, namun berwarna merah karena tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar sungai. Selama trip ini, kami tinggal di klotok, bersandar di tepi hutan.
 |
| Our boat (klotok) |
 |
| Tanjung Puting Map |
Kami singgah di Camp Tanjung Harapan saat pemberian makan kepada orangutan dan jalan-jalan sekitar desar Tanjung Harapan.
 |
| Feeding time |
 |
| Tanjung Harapan village |
Selesai melihat orangutan, klotok melanjutkan perjalanan untuk bersandar dan menyiapkan makan malam oleh awak kapal, masakannya enak sekali ;p apalagi makan sambil menikmati aroma hutan dan suara-suara burung dan sekali-sekali terdengar orang monyet, bekantan, orang utan yang berpindah-pindah dahan. Pengalaman yang tak terlupakan.....
Dibagian belakan klotok dilengkapi dengan bilik untuk mandi dan toilet, lumayan meskipun bagian atasnya tidak ditutup. Namun yang lain memberi privasi jika ada yang menggunakan bilik itu.
Tidur diatas kapal di tepi hutan merupakan pengalaman tersendiri, beberapa tidak bisa tidur, malah berbagi cerita-cerita seram....tapi kelelahan membuat akhirnya bisa juga terlelap.