Tampilkan postingan dengan label Various things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Various things. Tampilkan semua postingan

2020/12/31

2020 Journey

Tahun 2020 diawali dengan banjir besar di hampir semua area di Jakarta tempat saya tinggal bahkan di jalan protokol yang tidak biasanya terkena banjir. Sudirman, Thamrin, Cawang, Rasuna said sampai runaway Bandara Halim Perdana Kusumah.

Agustus 2019 saya booking tiket untuk trip Maret 2020 karena sedang ada promo diskon dari Tiket.com. Saya masih belum tahu mau jalan dengan siapa, belum ada teman yang berminat gabung.

Biasanya mendekati waktu trip atau jika punya waktu senggang browsing, saya akan menyusun itinerary, booking hotel, transport dan sebagainya. Tapi entah kenapa rasanya malassss sekali mengerjakannya dan memang sedang hectic dengan pekerjaan dan project yang menjadi tanggung jawab saya.

Januari 2020 saya baca mengenai wabah Covid-19 di Wuhan yang lokasinya tak terlalu jauh dengan destinasi trip saya tahun ini, maka saya mulai memantau apakah akan penutupan penerbangan. Saya mengajukan refund tapi ditolak. 4 Februari saya terima email bahwa penerbangan dibatalkan. Entah kenapa kali ini saya lega sekali gak jadi ngetrip, yang biasanya saya akan kesal.

Pertengahan Maret 2020, dengan merebaknya pandemi Covid-19 di Jakarta, kantor saya memutuskan kami untuk work form home (WFH) sampai saat tulisan ini dibuat (Desember 2020), sudah 9 bulan!! Namun tetap ada yang bisa disyukuri dengan peristiwa ini, dengan WFH maka proyek besar yang saya bersama tim kerjakan bisa diselesaikan karena tidak ada terbatas dengan jam kerja kantor. Komunikasi dengan tim lebih intens, bisa conferrence call kapanpun tanpa harus booking ruang meeting yang biasanya susah banget karena berebut dengan unit kerja lain.  

Dengan kerja di rumah mau tidak mau harus memasak untuk makan, memanfaatkan aplikasi resep mulailah belajar masak walau sampai saat ini belum mahir juga hehehe......

Dari pagi sampai siang masih bisa menikmati suara burung lewat jendela. Langit Jakarta membiru....udara lebih bersih. Diberitakan binatang2 yang dikira sudah punah ternyata bisa ditemukan. Keluarga berkumpul di rumah karena anak-anak belajar secara online, ayah ibu juga kerja dari rumah, yang biasa susah ketemu.

Banyak temuan kreatif menyiasati kondisi yang sebelumnya ide-ide tersebut tak pernah terpikirkan. Orang-orang menemukan hobi baru, seperti tanaman, memelihara ikan sampai membuka bisnis baru dan masih banyak lagi.

Walau begitu, banyak juga kendala tapi apapun kondisinya pasti ada kendala, yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Apakah akan menjadi mandeg putus asa atau malah jadi kreatif memilirkan solusi yang sebelumnya tak pernah terbanyangkan. Semua itu kembali lagi ke pilihan yang diambil oleh masing-masing orang, karena hidup adalah pilihan.

Dulu hampir tiap minggu pasti nonton ke bioskop dekat rumah, tapi selama pandemi bioskop di Jakarta tutup total. Namun 1 atau 2 bulan lalu saya menemukan cara nonton bioskop tanpa harus ke luar rumah dan bahkan tiketnya lebih murah daripada ke bioskop. Saya nonton bioskop online yang memutar film baru.....sebuah pengalaman baru. Menjelang Natal, saya nonton film-film bertemakan Natal di Netflix, salah satunya yang menarik adalah Dash & Lily dan masih banyak pilihan film ataupun TV seri yang menarik sebagai hiburan untuk menimbangi kepenatan kerja karena justru dengan WFH, yang tidak ada batasan waktu kerja, malah lebih sibuk dibandingkan dengan jika work at office.

Setahun ini jadi tidak cuti sama sekali, tidak sempat traveling hanya beberapa kali mencoba virtual traveling salah salah satu yang berkesan adalah ‘mengunjungi’ Sistine Chapel di Vatican, dimana kita bisa melihat lukisan di dinding maupun langit-langit dari dekat, dulu waktu berkunjung secara fisik tidak mungkin dilakukan karena terlalu jauh atau terlalu tinggi. Amazing!....

Apapun situasi & kondisi, pilihan ada di kita sendiri apakah kita mau mensyukuri atau mengeluh dan mandeg. Sebentar lagi pergantian tahun 2021, yang masih belum jelas bagaimana tapi jangan lepas harapan....semoga 2021 pandemi ini berakhir dengan telah ditemukan dan dikembangkan vaksin, walau pada September 2020 ditemukan varian baru, mutasi dari virus covid di Inggris yang lebih ganas & cepat penyebarannya.



Selamat memasuki tahun 2021! Tetap sehat, semangat & penuh harapan, karena itu yang membuat kita hidup....

2019/10/02

Apply Visa Korea Selatan September 2019

Tahun ini saya ingin merasakan autumn di Korea, kebetulan Air Asia baru membuka penerbangan KL-Jeju dan ada promo. Saya beli tiket di bulan April’19. Kali ini saya pergi berdua saja.

Seperti diketahui pemegang paspor Indonesia masih harus mengajukan Visa untuk mengunjungi negeri ginseng. Apply Visa Korea sejak 2 Mei 2019 sudah dipindahkan ke Korea Visa Application Center (KVAC).

KVAC berada di Lotte Shopping Avenue Ciputra World 1 Unit 5F-05A Lantai 5, Jalan Prof.DR.Satrio No.3-5, Jakarta Selatan. TEL. 021-3950-4000 | 
E-mail : info@visaforkorea-in.com
Jam Operasional KVAC Senin – Jumat untuk pengajuan aplikasi visa 09:00 ~15:00 sedangkan pengambilan paspor jam 11:00 – 17:00 selama jam makan siang tetap buka.

Biaya Pembuatan Visa:
  • ·  Single Visa (Visa kunjungan dibawah 90 hari): Rp.576.000,-
  • Single Visa (Visa kunjungan diatas 90 hari): Rp.864.000,-
  • Double Visa (2 kali masuk dan Berlaku untuk 6 bulan): Rp.1.008.000,-
  • Multiple Visa (Berlaku untuk 5 tahun): Rp.1.296.000,-
Mesin Antrian KVAC & Harga Visa Stamp

Harga di atas belum termasuk biaya Adm KVAC 196.000.-
Biaya visa tidak dapat dikembalikan apabila dibatalkan proses pengajuannya atau visa ditolak oleh pihak Kedubes Korea.

Belakangan saya baca dari website https://visitkorea.or.id/ bahwa warga negara 10 negara ASEAN termasuk Indonesia, dibebaskan biaya visa selama 3 bulan per tanggal 1 Okt sampai akhir tahun 2019. Wah saya terlambat tahunya....;( lumayan kan....

Dari yg saya baca kita bisa apply e-Form (Visa) online disini.

Dokumen pengajuan visa turis kurang dari 90 hari.

  1. Formulir Aplikasi Visa yang telah diisi dan ditanda tangani dengan foto ukuran 3.5x4.5 cm yang telah ditempel.
  2. Paspor asli dan foto copy setiap lembar stempel imigrasi dan visa terutama dari negara OECD. Saya melampirkan paspor lama karena paspor baru masih kosong.
  3. Surat keterangan kerja/sekolah untuk karyawan/pelajar/mahasiswa dalam bahasa Inggris. Surat harus di atas kop surat perusahaan/sekolah, berisi tgl masuk kerja, masa kerja, jabatan, no telpon penanggung jawab yg bisa dihubungi. Tanda tangan & stempel harus asli. Untuk wiraswasta: foto copy NPWP.
  4. Untuk single entry visa wajib memberkan 2 jenis dokumen keuangan, sedangkan multi entry tidak diperlukan. Jenis dokumen antara lain: rekening koran (tidak boleh copy buku tabungan, melainkan cetak statement mutasi 3 bulan, slip gaji, bukti potong laporan pembayaran pajak (SPT), surat berharga misalnya BPKB, Deposito, sertifikat rumah dll. Untuk pelajar/mahasiswa wajib melampirkan rekening orang orang tua. Ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan tidak memiliki rekening koran pribadi, wajib melampirkan RK suami.
  5. Foto copy kartu keluarga & KTP.
  6. Surat undangan (jika diundang), foto copy SIUP perusahaan pengundang, surat jaminan, foto copy identitas pengundang. Surat sponsor bisa juga dari orang tua, suami/istri bila biaya perjalanan ditanggung mereka.

Info lainnya dapat dibaca disiniTiket pesawat dan reservasi tempat menginap bukan persyaratan wajib tapi kalau dilampirkan tidak masalah. Saya melampirkan keduanya. Booking penginapan di Seoul sebagai destinasi pertama saya perlukan untuk mengisi alamat di Korea yang ada di aplikasi Visa.

KVAC memiliki banyak lolet. Loket 1-3 untuk pengambilan, 4-16 untuk pengajuan visa sedangkan 17-21 merupakan loket pembayaran. Prosesnya cepat, antrian dibagi menjadi single entry atau multi entry sedang pengambilan dibagi individu dan travel agen.

Pengajuan aplikasi visa dapat diwakilkan kepada:
  1. Travel agen yang sudah terdaftar di Keduataan Besar Korea.
  2. Keluarga, dengan menunjukkan identitas diri (KTP/KITAS/KITAP), dokumen bukti hubungan keluarga (KK/family register/akta pernikahan).
  3. Rekan kerja, dengan menunjukkan surat tugas dengan kop surat perusahaan), surat keterangan kerja, ID karyawan.
  4. Rekan seperjalanan, melakukan pengajuan bersamaan (1 grup), wajib menyertakan surat kuasa, dokumen yang membuktika bahwa akan melakukan perjalanan bersama.


KVAC Jakarta
Kami datang jam 9 pagi, mall belum buka jadi lewat pintu karyawan, lalu naik ke lantai 5. Mengambil 1 nomor antrian untuk berdua dan menunggu, gak lama kami dipanggil. Si mbak memeriksa dokumen kami, lalu bilang kami masih kurang 1 dokumen keuangan lagi. Memang di website tidak menyebutkan keharusan 2 dokumen keuangan untuk single entry visa. Kami ditawarkan untuk ambil multi entry, kami menolak karena beda biayanya cukup lumayan. Jadi kami memutuskan untuk melengkapi dulu dan kembali esok harinya.


Besoknya kami datang jam makan siang, antri, dipanggil lalu diberi tanda terima dan struk pembayaran. Ambil antrian loket pembayaran, membayar tunai dan diberikan perangko bukti bayar. Kembali lagi ke loket semula tanpa antri lagi lalu menyerahkan perangko untuk ditempel di aplikasi kita. Pada tanda terima sudah tertulis tanggal pengambilan paspor 6 hari kerja berikutnya. Kami ditawarkan tanda terima dan SMS pemberitahuan mau sendiri-sendiri atau salah satu dari kami. Kami memilih sendiri-sendiri untuk menjaga pengambilan secara terpisah disesuaikan dengan waktu kami.

Kami menerima SMS pemberitahuan dari K-Visa Info sebanyak 3 kali:
  1. Pada hari penyerahan dokumen, isi SMS bahwa dokumen telah diterima dan sedang diproses. 
  2. Esok paginya, isi SMS bahwa dokumen sedang dalam proses pengecekan oleh Kedubes Korea Selatan.
  3. Pagi hari pada tgl pengambilan paspor, isi SMS bahwa paspor sudah dapat diambil di KVAC dengan membawa tanda terima asli.
Sehari sebelum tanggal pengambilan visa saya melakukan pengecekan status aplikasi visa di siniPilih Diplomatic Office, Passport No. diisi nomor paspor, isi nama dengan format nama belakang baru nama depan dan tanggal lahir, lalu klik search maka akan muncul informasi status: Under Review (masih diproses), Reject (ditolak), Approved (disetujui) dan Passport Return (paspor sudah dikirim ke KVAC). Pagi hari status paspor saya Approved, sore harinya sudah berubah Passport Return tapi kami baru menerima SMS pada pagi hari tgl pengambilan. Saya mengambil pada jam istirahat makan siang.

Ketentuan pengambilan paspor:
  1. Oleh pemohon: membawa tanda terima asli, jika hilang/tertinggal maka wajib memberikan foto copy KTP dan surat pernyataan.
  2. Pengambilan diwakilkan: tanda terima asli, foto copy ID pemohon & perwakilan. Jika belum memiliki KTP wajib melampirkan dokumen ikatan kekerabatan

Ternyata tidak susah untuk mendapatkan visa Korea terutama yg sudah pernah ke negara OECD kemungkinan besar visa disetujui. Tapi tetap saja deg-degan kalau ditolak, sayang uang tiketnya hahaha.....

Demikian pengalaman saya, semoga membantu ya.....Nantikan catatan perjalanan selama di Korea Selatan. Stay tuned!


2018/12/12

Perpanjang Paspor di Mal Pelayanan Publik Jakarta 2018

Bulan Desember 2018 ini, paspor saya akan habis masa berlakunya. Kali ini saya ingin mencoba memperpanjang di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang lokasinya di Rasuna Said, kawasan Epicentrum di belakang hotel JS Luwansa, samping Gedung Nyi Ageng Serang.

Layanan di Mal Pelayanan Publik Jakarta


Langkah-langkah yang harus dilakukan:

1. ANTRIAN PASPOR
Pertama-tama saya harus dapat nomor antrian dulu. Nomor dapat diperoleh dengan menginstal aplikasi Antrian Paspor di Play Store (android) atau bisa juga melalui website https://antrian.imigrasi.go.id/.  Kuota antrian dibuka per minggu, ada yang bilang dibuka tiap jum'at, lainnya bilang tiap hari minggu. Yang jelas saya akhirnya mendapat nomor antrian pada hari Minggu Sore untuk hari Senin seminggu berikutnya. Ada 2 slot waktu yang bisa dipilih. Pagi jam 08.00 - 12.00 dan Siang 14.00 - 15.00. Saya memilih siang. Butuh perjuangan untuk mendapatkan kuota antrian, tapi anda jangan putus asa, coba lagi dan lagi.

Website Antrian Paspor
Aplikasi Antrian Paspor


  • Saya memilih instal aplikasi di HP. Kita harus membuat akun dahulu, dengan mengisi data User Name, Password, NIK (nomor e-KTP), Nomor telepon, email dan alamat sesuai KTP. 
  • Jika sudah terdaftar pada sistem, masuk ke halaman login.
  • Pilih kantor imigrasi tempat perpanjangan paspor. Saya memilih Mal Pelayanan Publik Jakarta.
  • Sistem akan memberitahu jika kuota habis atau menampilkan pilihan tanggal jika masih tersedia. Pilih tanggal yg sudah dibuka kuotanya, lalu pilih waktunya pagi atau siang. Jika sudah berhasil maka akan mendapatkan notifikasi email, tapi saya tidak mendapat email. Saya cek pada Tab Jadwal, ada file PDF bukti pendaftaran yang harus kita cetak untuk dibawa saat pembuatan paspor. 
  • Untuk perpanjangan paspor tanpa ada perubahan data, siapkan foto copy e-KTP dan halaman paspor lama yang berisi data kita di kertas ukuran A4 utuh (tidak dipotong).
Jadwal & Bukti pendaftaran


2. PEMBUATAN PASPOR
Datang sesuai jadwal yang di pilih ke MPP. Ini kali pertama saya masuk MPP. Bagus sekali tempatnya, benar seperti mal, boleh dibilang mewah. Saya sampai jam 13.20. Mungkin melihat saya kebingungan, mas yg jaga di Information, mendekati saya menanyakan keperluan saya. Saya bilang mau perpanjang paspor, lalu saya diantar mengambil nomor antrian Imigrasi yg letak mesinnya di samping kanan pintu masuk. Lalu saya diminta naik lift ke lantai 3, di mana counter layanan paspor berada. Di lantai 3 ini terdapat berbagai instansi sekaligus, ada kepolisian, BPJS, Dukcapil dan sebagainya, one stop service-lah. Kantor bersih, dingin, di atas meja tersedia monitor segedhe TV. Tempat duduk warna abu-abu & orange tersebar untuk menunggu giliran. Saya lihat ada 2 orang yang sedang menunggu. 

Mal Pelayanan Publik Jakarta

Walau belum jam 14.00 ternyata nomor saya langsung dipanggil. Petugas meminta bukti pendaftaran, KTP asli & foto copy, paspor lama dan copynya. Lalu dicocokan sebentar, saya diminta menunggu panggilan untuk foto & pengambilan sidik jari. Ternyata 2 orang tadi sedang menunggu giliran foto. Tidak lama kemudian saya dipanggil untuk foto. Sebelum difoto ditanya mau kemana. 

Selesai foto dan pengambilan sidik jari, saya diberi bukti pembayaran, di baliknya ada petunjuk pembayarannya. Kita bisa membayar melalui teller Bank DKI yang ada di Lantai 2 atau melalui ATM BCA, BNI, BRI, Mandiri. Pilih menu pembayaran - MPN/Pajak - Penerimaan Negara lalu masukkan kode bukti pembayaran dari imigrasi yang tertera di lembar yg diberikan petugas imigrasi. Keseluruhan proses mulai datang sampai selesai termasuk waktu tunggu giliran foto, HANYA memakan waktu 20 menit saja.....keren yah..... Saya diminta untuk membayar hari itu juga dan datang mengambil paspor 5 hari kerja berikutnya jam 9.00 -15.00.



3. PENGAMBILAN PASPOR
Kamis malam (H+3), saya iseng cek status paspor saya melalui Whatsapps. Saya WA melalui website jadi tidak perlu menyimpan nomor telponnya (6281381710123). Begini caranya ketik di browser https://api.whatapp.com/send?phone=6281381710123. Lalu kirim nomor Permohonan imigrasi 1041000000xxxxx, maka akan langsung mendapatkan balasan statusnya. Ternyata paspor saya sudah jadi. Saya putuskan besoknya hari jumat untuk mengambil paspor saat jam makan siang. 

Saya sampai di MPP jam 11.40 ternyata counter sudah tutup istirahat sholat jumat dan baru buka lagi jam 13.00. Saya tinggal makan siang dulu dan kembali beberapa menit sebelum jam 13.00. Tepat jam 13.00 counter baru dibuka. Ternyata pengambilan paspor tidak memerlukan nomor antrian, langsung saja ke loket (ruangan kaca di samping counter). Saya menyerahkan bukti pembayaran, tak lama kemudian paspor baru & lama diberikan. Kita diminta untuk menulis nama, nomor paspor baru & lama serta tanda-tangan di buku sebagai tanda terima. Proses tidak sampai 5 menit. Nomor antrian yang sudah saya ambil, saya berikan ke orang yang sedang menunggu giliran. Saya balik ke kantor. 

Selesailah seluruh proses perpanjangan paspor. Sangat cepat dan mudah, semuanya transparan. Angkat jempol untuk Imigrasi. Bravo!



2018/01/02

Berkunjung ke Perpustakaan Nasional Indonesia Medan Merdeka Jakarta

Mengakhiri tahun 2017 yang baru lalu, kali ini saya beredar di Jakarta, tidak pulang kampung.....Sabtu terakhir Desember, saya ingin mencoret salah satu dari wish list saya, yaitu mengunjungi Perpustakaan Nasional Indonesia yang baru di Medan Merdeka Selatan, Jakarta yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi tanggal 14 September 2017.

Gedung baru Perpusnas ini diklaim sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia, dengan 24 lantai dan 1 basement. Gedung ini berada di belakang gedung perpusnas yang lama, di area Monas, sederetan dengan Kantor Gubernur DKI Jakarta. 

Sebenarnya dulu saya sudah menjadi anggota perpusnas yang lama, lalu sempat ditutup karena pembangunan gedung baru, dan keanggotaan saya sudah berakhir. 

Jam layanan & Direktori Perpusnas
Jam layanan Perpusnas Medan Merdeka Selatan
Senin - Kamis : 08.30 - 16.00 WIB, jam istirahat 12.00 - 13.00
Jumat            : 08.30 - 16.00 WIB, jam istirahat 11.30 - 13.00
Sabtu             : 09.00 - 16.00 WIB, jam istirahat 12.00 - 13.00 

Direktori per lantai sbb:
  • Lantai 1  : Lobby & ruang display
  • Lantai 2  : Layanan keanggotaan & Penelusura informasi
  • Lantai 3  : Zona promosi budaya gemar membaca
  • Lantai 4  : Area pameran & kantin
  • Lantai 5  : Perkantoran
  • Lantai 6  : Data Center & Musholla
  • Lantai 7  : Layanan koleksi anak, lansia & disabilitas
  • Lantai 8  : Layanan koleksi audiovisual
  • Lantai 9  : Layanan koleksi naskah nusantara
  • Lantai 10 : Penyimpanan koleksi deposit
  • Lantai 11 : Penyimpanan koleksi monograf tertutup
  • Lantai 12 : Ruang baca koleksi deposit
  • Lantai 12A : Ruang baca koleksi monograf tertutup
  • Lantai 14 : Layanan koleksi buku langka
  • Lantai 15 : Layanan koleksi buku referensi
  • Lantai 16 : Layanan koleksi foto, peta dan lukisan
  • Lantai 17 : AIPI
  • Lantai 18 : AIPI
  • Lantai 19 : Layanan multimedia
  • Lantai 20 : Layanan koleksi berkala mutakhir & ilmu perpustakaan
  • Lantai 21 : Layanan koleksi monograf terbuka (klas 000 - 499)
  • Lantai 22 : Layanan koleksi monograf terbuka (klas 500 - 999)
  • Lantai 23 : Layanan koleksi mancanegara & majalah terjilid
  • Lantai 24 : Layanan koleksi budaya nusantara & eksekutif lounge

Menuju ke gedung perpusnas yang baru, saya memasuki gedung perpusnas yang lama terlebih dahulu, saat ini fungsinya diubah menjadi semacam ruang pameran. Ada 4 ruang, salah satunya adalah ruang Aksara, menjelaskan tentang sejarah Aksara yang ada di Nusantara, lalu di ruang sebelahnya dipajang contoh media tulis mulai dari tulisan pada bambu, daun lontar, kertas Eropa juga kertas China. Di seberangnya  ada 2 ruangan lagi tapi sepertinya belum selesai sepenuhnya. Sedang di sepanjang lorong yang memisahkan antara ruangan juga masih dalam pengerjaan.

Ruang Pameran di Gedung Perpusnas Lama

Ruang Pameran di Gedung Perpusnas Lama
Keluar dari gedung lama, tampak megah gedung Perpusnas yang baru. Memasuki loby, mata kita akan langsung tertuju pada deretan buku yang disusun tinggi sampai ke langit-langit, mengingatkan saya pada perpustakaan di Edinburgh yang pernah saya kunjungi, hanya dalam skala yang jauh lebih kecil karena hanya 1 lantai saja. Loby ini keren sekali sehingga menjadi spot selfie pengunjung ;p.

Perpusnas yang baru, tampak depan & loby

Display di loby
Di kiri kanan pintu masuk, dipajang lukisan/foto hitam putih ke 7 Presiden Indonesia dari mulai Sukarno sampai Jokowi. Di depannya dipajang dalam kotak, buku-buku mengenai presiden tersebut. Lalu ada juga foto/lukisan beberapa pahlawan, kali ini berwarna. Tersedia ruang loker tapi saya lihat masih belum difungsikan, lalu ada tangga berjalan, lift, toilet (tersedia di setiap lantai). 

Saya memilih eskalator untuk naik ke lantai 2. Suasananya ramai sekali dengan pengunjung, padahal hari masih sekitar jam 10 pagi. Di lantai 2 ini, kita membuat kartu keanggotaan langsung jadi, menitipkan barang di ruang loker sebelum naik ke lantai yang lain, dan tersedia deretan komputer untuk registrasi dan pencarian koleksi perpusnas. 

Perpusnas Lantai 2

Prosedur keanggotaan & Loker
Saya menuju ke salah satu komputer dan mengisi data untuk registrasi keanggotaan. Masa berlaku keanggotaan 10 tahun. Selesai registrasi, maka akan tercetak nomor antrian untuk pencetakan kartu dair printer kecil dari masing-masing komputer. Saya mendapat nomor antrian 104. Di layar antrian tertera nomor 60, waduh masih 40an lagi. Sambil menunggu panggilan, saya mencoba komputer pencarian koleksi perpusnas yang di letakkan di pinggir mengelilingi ruangan, komputer untuk registrasi berada di tengah ruangan.  Tersedia banyak tempat duduk yang nyaman untuk menunggu.  

Hari itu hanya dibuka 4 meja pencetakan kartu, tapi ternyata tidak perlu menunggu lama dipanggil, karena prosesnya cepat sekali. Setelah dipanggil, petugas akan memverifikasi data, jika ada data yang kurang akan diminta informasi untuk dilengkapi. Bawalah KTP, sedangkan untuk keanggotaan anak-anak diminta Kartu keluarga. Setelah itu difoto, petugas akan menyerahkan kartu keanggotaan kita dan selesailah proses pendaftaran. 

Titipkan barang bawaan ke ruang loker, jika ingin membawa barang ke lantai di atasnya maka akan dipinjamkan tas transparan. Kita boleh membawa laptop ke ruang perpustakaan. 

Menggunakan eskalator saya naik ke lantai 3 lalu ke lantai 4. Di lantai 4 tersedia kantin, tapi hanya 1 penjual saja yang buka, lalu ada toko koperasi yang menjual makanan kecil dan minuman. Tersedia meja-meja untuk makan. Di sisi lain ada ruang pameran dan kita bisa keluar menuju balkon. Dari balkon lantai 4, sudah terlihat Monas tapi hanya sebagian saja. 

Untuk anak-anak dapat membaca dan bermain di lantai 7. Buku-buku untuk anak sekolah dan dewasa ada di lantai 21 dan 22. Eskalator berakhir di lantai 4, lalu saya menuju lantai 21 menggunakan lift. Di lantai 21, masih banyak sekali rak-rak kosong. Beberapa meja disediakan untuk membaca dan saya lihat beberapa orang bekerja dengan laptop. 

Dari lantai 21 ada tangga menuju lantai 22, hanya saja masih ditutup. Menurut satpam yang berjaga, lantai 22 belum dibuka. Dari koleksi perpusnas yang lama saja masih belum semuanya ditata di rak, dahulu saya pernah beberapa kali berkunjung ke perpusnas lama. 

Awalnya saya hanya ingin meminjam buku-buku ringan saja, masuk dalam kategori buku yang seharusnya ada di lantai 22. Beberapa hari sebelumnya saya sudah meminjam 2 buku di perpusda yang ada di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya rutin meminjam buku di perpusda TIM karena lokasinya dekat dengan kantor, jadi bisa jalan kaki. DKI Jakarta punya 2 perpusda, selain di TIM juga ada di Nyi Ageng Serang (Rasuna Said), dulu saya sering ke sini hari sabtu tapi keanggotaan saya sepertinya sudah kadaluarsa ;p. Di Perpusda TIM tersedia tempat bermain anak-anak di lantai 2. Alternatif lain, kita bisa meminjam dari Perpustakaan Digital Jakarta, dengan menggunakan aplikasi iJakarta.

Perpusnas Lantai 21
Dari jendela lantai 21, kita bisa melihat Monas dengan lebih jelas dibandingkan dari lantai 4.

Penampakan Monas dari Perpusnas lantai 4 & 21

Batal meminjam buku, saya menuju ke lantai 24 menggunakan lift. Dari lantai teratas ini seharusnya kita bisa melihat Monas dengan lebih baik lagi, tapi ruang di mana kita bisa melihat Monas ditutup. Lantai 24 ini mewah sekali, namanya juga executive lounge ya.... Di salah satu sudut terdapat rak-rak dengan koleksi buku-buku tentang budaya nusantara. Itupun belum banyak dan tidak ada buku baru.

Perpusnas lantai 24

Saya kembali ke lantai 2 untuk mengambil barang di loker, sebelum mengakhiri kunjungan di Perpusnas. Mungkin baru beberapa bulan lagi saya akan kembali ke Perpusnas ini, setelah koleksi bukunya lebih lengkap. Saat ini Indonesia mempunyai 2 perpusnas, yaitu di jalan Salemba dan di Medan Merdeka Selatan. Informasinya bisa di akses di sini.

Sudah waktunya makan siang, dari Perpusnas saya berjalan kaki menuju jalan Sabang. Sebelum pulang saya makan dulu nasi gandul khas Pati di jalan Sabang, mengobati kangen.....

Nasi Gandul Khas Pati


2017/08/10

Mengurus Visa Schengen via Perancis - 2017

Setelah memperoleh kembali paspor dengan visa UK tertempel di dalamnya. Kami lalu mempersiapkan dokumen untuk pengurusan visa Schengen. Setelah mengotak-atik rute perjalanan menggunakan bantuan situs Rome2Rio dan Route Perfect, kami sepakat Perancis dan Spanyol menjadi destinasi berikutnya, dengan pertimbangan budget dan waktu yang kami miliki. 

Dengan banyaknya negara Schengen, memang cukup memusingkan pemilihannya, jadi tahap awal kami memutuskan berdasarkan harga tiket masuk dan keluar dari Schengen pada tanggal yang telah kami tentukan, agar pilihan tidak melebar kemana-mana. Selain itu kami telah menetapkan destinasi wajib yaitu Lourdes dan Spanyol, destinasi lainnya menyesuaikan yang penting belum pernah dikunjungi. Swiss, Yunani dan negara-negara Eropa Timur yang ada di daftar, akhirnya kami coret.

Paris merupakan akses termudah dan murah untuk masuk ke Perancis dari Edinburgh. Awalnyapun kami ingin naik kereta api lewat bawah laut (Channel Tunnel) tapi untuk itu kami harus kembali ke London. Pertimbangan lain juga ternyata kita tidak bisa melihat lautan selama perjalanan karena jalur kereta berada dalam terowongan. Naik pesawat Edinburgh - Paris akhirnya menjadi pilihan. 

Setelah menetapkan negara Perancis dan Spanyol, selanjutnya memilih akan apply visa via Perancis atau Spanyol? untuk itu kami menyusun dahulu itinerarynya, lalu menghitung mana yang lebih lama kami singgahi. Ternyata keduanya dalam jumlah hari yang sama. Akhirnya kami memilih lewat Kedutaan Perancis. Perancis menunjuk TLScontact menjadi agennya sedangkan Spanyol menggunakan BLS International.  

Visa Schengen

Berikut prosedur pengajuan visa Perancis melalui TLScontact.
  1. Pilih jenis visa dan dokumen yang diperlukan, untuk kami jenis Tourism (less than 90 days) 
  2. Buatlah akun di situs TLScontact, jika bepergian bersama keluarga, teman atau saudara atau siapapun, cukup buat 1 akun untuk seluruh rombongan.
  3. Input data-data personal, input satu persatu data dari anggota rombongan.
  4. Daftar jadwal penyerahan dokumen secara online. Situs akan menunjukkan tanggal dan jam yang masih kosong, sepertinya setiap jam ada kuotanya. Kami baru mendapat jadwal 2 minggu kemudian ;( 
  5. Siapkan dokumen yang dipersyaratkan
  6. Datang dan serahkan dokumen sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bayar biaya visa di loket pembayaran. 
  7. Pantau status dari situs TLScontact, selain kita juga mendapatkan email pemberitahuan.
  8. Ambil paspor jika telah mendapatkan informasi bahwa paspor telah kembali ke TLScontact dengan membawa tanda terima aplikasi visa dan fotocopy paspor pada halaman yang berisi data diri. Pengambilan paspor bisa diwakilkan.

Berikut dokumen yang diperlukan dan harus diserahkan untuk visa turis kurang dari 90 hari.

  1. Formulir aplikasi pengajuan visa yang dicetak setelah kita mengisinya secara online di situs TLScontact dan telah ditanda-tangani.
  2. Paspor dengan tanggal berlaku lebih dari 3 bulan dari tanggal berlaku visa yang diminta, dengan 2 halaman kosong untuk dimana visa stiker akan ditempel ⇒ Asli dan fotokopi halaman yang ada data diri.
  3. 2 lembar pasfoto Ukuran 3.5cm x 4.5cm, foto berwarna dengan latar belakang putih, diambil dalam 6 bulan terakhir. 1 ditempel di aplikasi visa, yang 1 lagi dikembalikan saat paspor kembali.
  4. Fotokopi Kartu Keluarga, dari halaman yang berisi informasi tentang pemohon dan anggota keluarga.
  5. Surat keterangan bekerja/pensiun/sekolah dalam bahasa Inggris atau Perancis. 
  6. SIUP untuk pengusaha dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau Perancis.
  7. Surat referensi Bank  dalam bahasa Inggris atau Perancis.
  8. Fotokopi rekening 3 bulan terakhir
  9. Slip gaji 3 bulan terakhir atau bisa juga dicantumkan dalam surat keterangan dari kantor (no.5)
  10. Konfirmasi pemesanan tiket pulang pergi dari Indonesia.
  11. Bukti konifrmasi pemesanan tempat tinggal untuk setiap malam selama di Negara Schengen. Petugas TLScontact tidak mau melihat itinerary, yang penting setiap tanggal harus ada booking penginapan, meskipun kita bermalam di bus. Kecuali kita sudah melampirkan pemesanan bus malam tsb.
  12. Itinerary tetap saya lampirkan meskipun mbak petugas bilang, kedutaan tidak akan melihat itinerary. Menurut saya paling tidak akan membantu kedutaan saat pemeriksaan, apalagi saat banyak aplikasi yang masuk. 
  13. Asuransi perjalanan dengan minumum cover € 30.000,- dari perusahaan asuransi yang direkomendasikan. Asuransi yang kami beli dengan durasi sejak tanggal keberangkatan sampai pulang ke Jakarta sekaligus untuk trip UK, Perancis dan Spanyol.
  14. Tambahan dokumen untuk anak di bawah umur: surat kelahiran, surat ijin orang tua/wali semuanya dalam bahasa Inggris atau Perancis.


Data-data apa saja yang diminta saat penginputan aplikasi visa.

  1. Tujuan perjalanan : tipe visa ==> Tourism
  2. Data pribadi : nama, gender, tempat & tanggal lahir, kebangsaan, status pernikahan, data-data orang tua (untuk di bawah umur), data dokumen perjalanan (jenis, nomor, tanggal penerbitan & kadaluarsa, institusi yang menerbitkan, status pekerjaan, alamat rumah, nomor telpon, email.
  3. Informasi perjalanan : destinasi pertama yang dikunjungi (France), destinasi utama (France), tanggal masuk & keluar dari wilayah Schengen, apakah akan mengunjungi wilayah Perancis lainnya, lalu alamat & nomor telpon penginapan di perancis (input yang pertama saja), kemudian biaya perjalanan ditanggung oleh siapa dan menggunakan apa.
  4. Histori tentang visa Schengen : apakah pernah mendapatkan visa Schengen dalam 3 tahun terakhir dan tentang pengambilan sidik jari. Kita tidak perlu mengulang pengambilan sidik jari jika sudah pernah, hingga penyerahan dokumen dapat diwakilkan, dengan catatan selama paspor yang digunakan masih sama.
  5. Terakhir tanggal asuransi perjalanan mulai berlaku. 
Pilih Save Draft jika penginputan belum selesai atau Done jika sudah selesai. Lanjutkan dengan validasi data, kita tidak bisa mengubah data lagi setelah validasi. Input data peserta rombongan lainya, jika ada. 

Langkah berikutnya mendaftar janji penyerahan dokumen. Hanya tanggal dan jam yang masih tersedia yang bisa dipilih. Kita akan mendapatkan konfirmasi melalui email. Login ke situs dan cetak. Pada lembar konfirmasi akan dicantumkan biaya yang akan kita bayar. 
Saat itu biayanya visa Rp.847.500,- dan  biaya pengurusan Rp.90.000,-

Datang ke lokasi TLScontact sesuai jadwal. Kita harus menitipkan HP dan laptop di loker kecil yang disediakan, tas boleh dibawa masuk. Ambil nomor antrian, petugas akan memeriksa lembar janji penyerahan. Untuk 1 rombongan 1 nomor antrian. Tunggu sampai nomor dipanggil. 

Petugas penerima dokumen akan memeriksa persyaratan dan memberitahu jika masih ada kekurangan atau kesalahan. Jika ada dokumen yang kurang, kita diperbolehkan menyusulkan sampai waktu tertentu. Kami diminta untuk menambahkan booking hotel pada malam kami naik bus malam, karena saya belum membeli tiket busnya. Kami diminta untuk mengirimkannya sebelum jam 12 siang (saat itu jadwal kami jam 8 pagi) melalui email ke alamat email dan dengan subjek yang telah ditentukan oleh petugas. 

Jika tidak bisa melengkapi pada waktu yang ditentukan, kita diberi 2 pilihan yaitu melengkapi dan mendaftar ulang janji penyerahan dokumen atau tetap melanjutkan tanpa dokumen lengkap dengan risiko visa ditolak. Jika hanya kurang fotokopi, maka bisa dibantu dengan membayar biaya sesuai jumlah lembarnya. Selesailah urusan di konter pemeriksaan. 

Tahap berikutnya pengambilan pasfoto dan sidik jari. Ada beberapa ruang yang tersedia. Setelah selesai prosesnya, kIta akan diberikan bukti telah pasfoto dan sidik jari.

Selanjutnya menbayar semua biaya termasuk biaya fotokopi jika ada di loket pembayaran. Di sini hanya menerima pembayaran secara tunai. Jadi pastikan untuk membawa cukup uang untuk membayar. Mesin ATM beberapa Bank tersedia di lantai bawah, dari lift belok ke kanan. 

Ambil kembali barang-barang titipan di loker dan kembalikan kuncinya. Tunggu sampai ada pemberitahuan bahwa paspor sudah bisa diambil kembali. 

Status aplikasi kita bisa pantai melalui situs TLScontact dengan login akun kita atau dari email pemberitahuan. Bisa juga menelpon ke sini. Email status aplikasi yang saya dapatkan dari TLScontact, saat aplikasi telah dikirim ke Kedutaan (hari yang sama) dan sekali lagi saat pasport telah kembali ke TLScontact dan bisa diambil. 

Kita dapat mengambilnya selama jam yang telah ditentukan di loket pengambilan tanpa nomor antrian. Saat itu karena musim liburan maka prosesnya memakan waktu agak lama, 10 hari kerja, sampai kami was-was karena waktu hanya dari kurang 2 minggu tanggal keberangkatan dan belum booking transportasi selama di Perancis dan Spanyol. 

Untuk transportasi antar kota, kali ini saya tidak membeli Eurail pass seperti trip saya sebelumnya, tapi bervariasi dengan kereta, bus atau pesawat dari kota yang satu ke kota lainnya. Situs Rome2Rio sangat membantu dalam hal ini. Saya bisa mengetahui transportasi apa saja yang tersedia, berapa lama waktu tempuh dan perkiraan harganya. Sedangkan untuk penginapan, kami menggunakan Booking.com dan Airbnb

Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat.

2017/07/20

Mengurus Visa UK 2017

Libur lebaran tahun ini, saya berdua teman memutuskan untuk jalan-jalan ke UK dan Eropa. Dari beberapa info yang kami baca, sebaiknya mengurus visa UK terlebih dahulu baru Schengen. Sepertinya mulai tahun ini semua kedutaan menggunakan jasa untuk pengurusan visa. Visa UK diajukan melalui VFS Global (penyerahan dokumen) yang berada di 3 kota: Jakarta, Surabaya dan Bali. Info mengenai VFS Global bisa dilihat disini.


Langkah-langkah pengurusan Visa UK.
  1. Siapkan semua dokumen persyaratan terlebih dahulu. Daftar dokumen dapat dilihat disini. Beberapa dokumen data diri perlu diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah.
  2. Mengajukan aplikasi permohonan visa online dengan mendaftar dan membuka akun di Visa4UK. Jika kita berangkat bersama-sama dengan orang lain, teman ataupun keluarga, maka cukup membuka 1 akun dan isi permohonan untuk seluruh rombongan. Lengkapi formulir permohonan online, cetak dan tandatangani formulir yang telah dilengkapi tersebut. Kita bisa mengisi formulir secara bertahap dengan menyimpan dan meneruskan kemudian, sebab data yang diminta cukup banyak dan detail.
  3. Setelah melengkapi permohonan online, kita akan menerima pesan email berisi nomor aplikasi (referensi GWF). Lalu kita akan diarahkan ke layanan pembuatan janji online milik VFS Global untuk membuat janji hadir di pusat permohonan visa. Janji harus tidak lebih dari 90 hari setelah tanggal Anda melengkapi dan mengirimkan formulir permohonan visa online Anda. 
  4. Membayar biaya permohonan visa secara online menggunakan kartu kredit Visa atau Master atau kartu debit. Cetak bukti pembayaran dan bawa saat penyerahan dokumen. Saat saya mengajukan visa Maret 2017 biayanya USD.113,- untuk jenis Visit - tourism - 6 months
  5. Hadir di VFS Global 15 menit sebelum janji ketemu dengan membawa seluruh dokumen, bukti janji ketemu dan bukti pembayaran. Jika kita membawa laptop, maka tas harus dititipkan di sekuriti dengan biaya 22 ribu dan 35 ribu jika tas berukuran besar seperti koper. 
  6. Setelah melalui pemeriksaan awal, pada pintu ke dua kita akan mendapat nomor antrian, tunggu panggilan. Panggilan pertama untuk verifikasi dokumen, lalu akan dipanggil sekali lagi ke kamar biometrik (foto dan sidik jari), untuk anak dibawah usia 5 tahun hanya perlu diambil foto digitalnya saja. Beritahu kepada petugas verifikasi jika kita berangkat bersama-sama, dengan demikian maka aplikasi akan dikirimkan menjadi 1 amplop. Petugas verifikasi akan menawarkan jasa pengiriman dokumen dan informasi status aplikasi melalui SMS. Kami mengambil layanan SMS, dengan biaya 25 ribu. Saya mendapat SMS 3 kali yaitu saat aplikasi visa dikirim, aplikasi visa telah diterima kembali oleh VFS dan setelah saya mengambil paspor. 
  7. Langkah selanjutnya tunggu pemberitahuan jika paspor telah kembali ke VFS Global dan siap diambil. Loket pengambilan hanya ada 1, jadi layanannya lama sekali. Hampir 3 jam saya menunggu dengan cemas dan memperhatikan ekspresi setiap orang yang telah menerima paspornya. Kebetulan di samping saya ada yang ditolak visanya, amplop yang diterima berisi paspornya dan selembar surat penolakan. Jadi waktu saya menerima amplop, saya raba hanya ada paspor saja tanpa kertas lain, saya legaaaaa......berarti visa kami disetujui. Meskipun tetap buru-buru membuka amplop untuk memastikan visa telah tertempel pada paspor kami ;D Kami mendapatkan visa multiple enry berlaku selama 180 hari.


Dokumen yang perlu disiapkan
1. Data Diri
  • Paspor yang masa berlaku lebih dari 8 bulan dari tanggal kedatangan. Paspor harus mempunyai paling sedikit dua halaman kosong ⇒ Asli dan foto copy halaman yang ada data diri.
  • Paspor lama jika ada ⇒ Asli dan foto copy halaman yang ada data diri.
  • 2 lembar pas foto berwarna 3,5cm x 4,5cm dengan latar belakang putih terbaru fokus 80 % ⇒ tapi mbak VFS bilang tidak perlu lagi karena akan diambil foto kita. Waktu itu 1 pas foto sudah saya tempel di aplikasi, jadi 1 lagi dikembalikan. Untuk visa UK, setiap kali mengajukan maka pengambilan foto dan biometrik akan diulang, jadi pemohon harus datang.
  • Dokumen-dokumen yang harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah, lengkap dengan stempel penerjemah. Terima kasih kepada bu Tingka yang menerjemahkan dokumen kami tanpa bayaran alias gratis ;p
         Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas diri
         Kartu Keluarga
         Akte kelahiran
         Akte/buku nikah jika sudah menikah
         Akte cerai jika bercerai
         Akte kematian jika pasangan sudah meninggal
         Surat ganti nama (jika pernah berganti nama)

2. Tujuan permohonan visa : surat sponsor atau surat undangan jika ada sponsor atau
        diundang. Jika tujuan sebagai turis dengan biaya sendiri, maka tidak diperlukan.

3. Bukti pekerjaan dan finansial.
  • Surat keterangan dari kantor/sekolah dalam bahasa Inggris (tidak perlu penerjemah) menggunakan kertas berlogo dan terdapat nama, alamat dan kontak institusi. Isi surat minimal menerangkan tentang diri kita sejak kapan mulai bekerja/sekolah di situ dan posisi kita di dalam organisasi, misalnya karyawan tetap, memperoleh ijin untuk meninggalkan pekerjaan/sekolah selama trip berlangsung. Dan menjelaskan apakah biaya perjalanan ditanggung sendiri atau oleh perusahaan, dsb. Menjamin bahwa kita akan kembali ke Indonesia setelah trip selesai.
  • Slip gaji 3 bulan terakhir atau cukup dicantumkan pada surat keterangan di atas.
  • Surat referensi Bank dalam bahasa Inggris. Ini bisa kita dapatkan dari Bank kita dengan membayar biaya tertentu, saya membayar rp.50 ribu per lembar.
  • Copy rekening selama 3 bulan terakhir.
  • Jika wiraswasta maka diperlukan dokumen pendaftaran bisnis yang mengkonfirmasi nama pemilik bisnis dan tanggal pendirian bisnis, misalnya SIUP, TDP, dsb. Dokumen ini juga harus diterjemahkan dalam bahasa Inggris.
  • Jika berusia di bawah 18 tahun, harus ada surat persetujuan dari orang tua atau wali dalam bahasa Inggris.

4. Konfirmasi akomodasi selama perjalanan. Saya menggunakan Airbnb dan  
        booking.com. Karena merasa belum pasti dapat visa maka dalam pemilihan airbnb             saya memilih flexible cancellation policies dan untuk booking.com free cancel. 

        Menggunakan airbnb harus membaca semua aturan yang tertulis di properti yang

        disewakan. Filter yang tersedia adalah tipe kamar (entire home, private room, 
        shared room), kisaran harga yang diinginkan, instan book (tanpa menunggu
        persetujuan pemilik) atau tidak (harus menunggu persetujuan pemilik), filter lainnya
        seperti kondisi kamar dan tempat tidur, fasilitas (lift, mesin cuci, AC, heater, wifi 
        dsb), aturan rumah misalnya tidak boleh merokok, boleh membawa binatang     
        peliharaan dsb. Perhatikan juga jam check in dan check out apakah sesuai   
        kebutuhan, lokasi apakah dekat dengan transportasi umum, apakah ada tambahan 
        biaya selain biaya kamar, misalnya uang jaminan. Jika pemilik setuju untuk 
        menyewakan kamar/rumahnya maka kartu kredit kita akan langsung didebet. 
        Pemilik akan mendapat bayaran 24 jam setelah tamu check in.

5. Transportasi pulang pergi dari Indonesia. Kami melampirkan tiket masuk dan keluar
        UK serta pulang ke Indonesia, karena dari UK kami lanjut ke Paris dan pulang dari 
        Barcelona. Transportasi antar kota di UK baru saya beli setelah visa disetujui.

6. Itinerary yang saya buat berisi tanggal, berapa malam, destinasi, akomodasi dan 
        transportasi. Itinerary selengkapnya akan saya tulis terpisah.

7. Asuransi perjalanan dengan minumum cover € 30.000,-  saya membandingkan 
        beberapa asuransi perjalanan yaitu ACA, AXA, AIG, Alianz, Zurich dan Tokiomarine.
        AIG ternyata sejak 1 Desember 2016 sudah tidak melayani polis asuransi perjalanan, 
       info ini saya dapat dari balasan  email yang saya kirimkan. Pertimbangan selain nilai 
       cover, premi dan manfaat yang diperoleh, juga biaya pembatalan jika visa ditolak 
       serta kemudahan pembuatan polis (online dan tidak perlu datang ke kantor asuransi).
       Akhirnya saya menggunakan AXA SmartTraveller Worldwide Gold USD dengan jangka 
       waktu seluruh trip UK dan negara schengen. Saya juga memeriksa perusahaan    
       asuransi yang direkomendasikan oleh kedutaan Perancis karena saya berencana untuk
       mengajukan visa Schengen melalui Perancis.

Pengisian aplikasi permohonan visa online di situs Visa4UK setelah membuat akun. Pastikan informasi sesuai dengan dokumen yang akan diserahkan sebagai bukti. Kita bisa mengisi sebagian-sebagian dengan menyimpan aplikasi, yang penting tidak melewati batas waktu yang ditentukan, sebab jika lewat maka aplikasi akan otomatis dihapus dan kita harus mengulang penginputan. Pertanyaan di bawah ini adalah untuk tipe visa Visit - tourism - 6 months, mungkin saja berbeda untuk tipe visa lainnya.
  1. Passport/ travel document : nama (jika pernah ganti nama diminta tanggal dan alasan ganti nama), tanggal dan tempat lahir, gender, kewarganegaraan, informasi paspor yang masih berlaku dan yang lama yaitu nomor paspor, tempat dan tangal penerbitan, tanggal kadaluarsa. 
  2. Travel information : Apakah bepergian dengan orang lain? Jika ya maka diminta mengisi kewarganegaraan, nama, tanggal lahir dan apakah pemegang visa. Lalu rencana tanggal kedatangan ke UK, berapa lama dan alamat di UK, saya isi alamat tinggal saya yang pertama saja, yaitu alamat host saya di London. 
  3. Personal details : alamat tinggal permanen, berapa lama sudah tinggal di alamat tsb, kontak berupa nomor telpon dan email.
  4. Travel & criminal history :  
  • Daftar visa yang pernah diperoleh dari UK, UK overseas territories atau commonwealth country selama 10 tahun terkahir. Jika pernah, kita diminta mengisi tepe visa, tanggal diterbitkan, tanggal kadaluarsa dan penerbit visa. 
  • Beberapa pertanyaan mengenai apakah pernah ke UK dalam 10 tahun terakhir. Apakah pernah ditolak visanya, dsb.
  • Daftar visa di luar UK selama 10 tahun terakhir, tanggal bepergian, nama negara dan alasan kunjungan.
  • Pertanyaan seputar catatan kriminal selama berada di UK (jika pernah).
     5. Family details:
  • Data mengenai pasangan (suami/istri)
  • Data mengenai ayah
  • Data mengenai ibu
  • Data mengenai anak atau tanggungan (jika punya).
  • Apakah ada anak-anak lain yang bepergian bersama.
     6. Employment / data-data mengenai pekerjaan:
  • Jenis pekerjaan
  • Status pekerjaan
  • Nama kantor/institusi
  • Posisi
  • Alamat dan nomor telpon
  • Kapan mulai bekerja di perusahaan tsb
  • Total penghasilan bersih setelah pajak (dalam GBP)
  • Apakah ada pekerjaan tambahan
     7. Penghasilan dan pengeluaran (dalam GBP): 
       a. Apakah ada penghasilan lain (selain yang sudah disebutkan di point 6)
       b. Berapa jumlah pengeluaran/biaya hidup per bulan 
       c. Jumlah yang dikeluarkan untuk keluarga atau tanggungan
       d. Jumlah perkiraan untuk trip di UK 
       e. Jumlah uang yang kita sediakan untuk trip di UK (minimal sama dengan d)
       f. Perkiraan biaya transportasi untuk masuk, selama dan keluar dari UK
       g. Perkiraan akomodasi selama di UK
       h. Perkiraan biaya hidup per hari di UK di luar biaya transportasi dan akomodasi yang            sudah dihitung di atas, misalnya untuk makan dan transportasi dalam kota.
       i. Apakah ada orang lain yang membiayai biaya trip, misalnya jika share kamar 
          dengan teman dan membagi biayanya atau jika trip dibiayai oleh orang lain. Jika 
          YA, maka diminta berapa jumlahnya dan alasannya
       j. Jumlah total pengeluaran trip di UK (termasuk share cost pada pint i)
    8. Family & friends in the UK : apakah kita punya keluarga dan teman di UK, lalu 
        penjelasan tentang rencana apa yang akan kita lakukan selama di UK. 
    9. Medical treatment : apakah pernah menerima pengobatan di UK
   10.Additional information : kita diminta menuliskan jika ada informasi yang ingin kita 
       tambahkan.
   11.Visa confirmation questions : 
  • Apakah bermaksud bekerja di UK
  • Apakah bertujuan untuk mengunjungi keluarga yang sudah tinggal di UK
  • Apakah berniat untuk belajar di UK
Setelah selesai mengisi aplikasi kita akan mendapat email konfirmasi berupa nomor referensi aplikasi. Dengan nomor referensi tersebut, kita mendaftar janji penyerahan dokumen. Kami mengambil jadwal jam 7 pagi di VFS Global Jakarta yang berada di Kuningan City Mall lantai 2. VFS punya pintu sendiri sehingga sebelum jam 7 sudah buka. Pemilihan waktu penyerahan di luar normal (senin – Jumat jam 7.00 – 14.00) akan dikenakan biaya. Pengambilan paspor untuk perorangan pada hari senin – Jumat mulai jam 15.00 – 17.00. 

Pengajuan visa tidak boleh lebih dari 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan.
Proses visa UK memerlukan waktu 14 hari kerja, jika ingin lebih cepat (3-5 hari kerja) maka dapat menggunakan layanan prioritas, dengan membayar biaya tertentu. Beberapa layanan berbayar bisa dilihat disini

Demikian catatan saya mengurus visa UK, tidak susah hanya perlu ketelitian dan kesabaran. Semoga membantu....


2015/07/30

Mengurus Visa India di Jakarta

Libur lebaran tahun ini saya bersama 2 teman, memutuskan untuk ke India. Bagi pemegang paspor Indonesia untuk mengunjungi India masih memerlukan Visa. Sebenarnya ada kemudahan dengan Visa on Arrival (VOA) kedatangan melalui di 9 kota yaitu Delhi, Bengaluru, Chennai, Cochin, Goa, Hyderabad, Kolkata, Mumbai dan Trivandrum.

Tapi dengan pertimbangan perbedaan biaya dan pengurusan yang tidak sulit, maka kami memutuskan untuk apply visa di Kedutaan India di Jakarta. Saat kami mengurus Visa, biaya VOA $62, sedangkan apply visa turis single entry di kedutaan Rp.530.000 + Rp.20.000 untuk administrasi, mungkin karena kedutaan menggunakan jasa Bank SBI. Info mengenai layanan visa dapat dlihat di sini.

Baik VOA maupun apply di Kedutaan, pemohon Visa harus mengisi data-data secara online melalui web site ini. Jika anda memilih VOA, gunakan menu e-Tourist Visa, untuk apply melalui kedutaan pilih Online Visa Application. Pengisian formulir visa dapat dilakukan bertahap, anda dapat menyimpan data dan melanjutkan kapan saja sampai formulir di submit. Simpan Temporary Application ID untuk melanjutkan pengisian formulir berikutnya.

Ada pertanyaan yang sempat membingungkan, visible identification mark, setelah googling ternyata yang dimaksud adalah birth mark, mungkin juga jika punya kelainan yang mudah terlihat misalnya luka bakar di wajah. Jika tidak ada, isi dengan None.

Untuk reference in India, anda dapat mencantumkan salah satu hotel yang akan anda gunakan, sedangkan reference in Indonesia, anda bisa mencantumkan orang tua, saudara, teman yang ada di Indonesia.

Pasfoto yang diupload diatur sampai ukuran pixelnya. Foto tidak akan bisa diupload jika ukurannya kurang dari yang ditentukan. Selengkapnya lihat pada menu Photo Requirements.  

Kedutaan India berada di Jl. HR Rasuna Said Kav.1, Jakarta Selatan. Jika anda naik Trans Jakarta, turun di halte Kuningan Timur (perempatan Kuningan, Gatot Subroto & Mampang). Pintu masuk kedutaan ada di depan pintu masuk Erasmus Huis. 

Jam operasional untuk visa, hari Senin - Jum'at kecuali hari libur:
  • Pengajuan visa jam 9.00 - 12.00 .
  • Pengambilan visa jam 16.00 - 16.30
Pada bulan puasa, pengambilan visa dimajukan menjadi jam 15.00 - 15.30.

Dokumen yang diserahkan saat pengajuan visa:
  1. Passport asli
  2. Formulir permohonan visa yang dicetak dari website. Tandatangani formulir di bawah foto pada halaman 1 dan pada akhir formulir.
  3. 2 lembar pasfoto 5 X 5 cm, salah satu di tempel di formulir. 
  4. Print rekening koran/tabungan asli selama 3 bulan.
  5. Itinerary 
  6. Lampiran bukti konfirmasi tiket dan akomodasi.
Proses pengajuan visa di Kedutaan India
  1. Kita diminta untuk mengisi buku tamu dan menitipkan tas serta handphone. Yang boleh dibawa hanya dokumen dan dompet saja.
  2. Mengambil nomor antrian.
  3. Dipanggil untuk menyerahkan dokumen di loket 2. Ditanya-tanya kapan rencana berangkat dan berapa lama. Menunggu dipanggil di loket 3.
  4. Dipanggil untuk di foto dan rekam sidik jari di loket 3. 
  5. Dipanggil untuk membayar biaya visa di loket 1.
  6. Mendapat tanda terima pembayaran untuk digunakan pengambilan visa pada tanggal yang dicantumkan di tanda terima. Tertulis 2 hari kemudian.
Keseluruhan proses selesai sekitar 15-20 menit.

2 hari kemudian...........
Pengambilan visa hanya memakan waktu kurang dari 5 menit. Tidak ada nomor antrian, jadi urut masuknya saja. Saya urutan kedua. 

Prosesnya sbb:

  1. Dipanggil sesuai  urutan masuk.
  2. Serahkan lembar tanda terima pembayaran.
  3. Petugas menyerahkan passport yang sudah ditempel visa.
  4. Diminta tanda tangan sebagai tanda terima.
  5. Selesai deh....
Prosesnya mudah bukan?

Pada bulan Juni 2015, telah diterbitkan Peraturan Presiden tentang bebas visa kunjungan untuk 30 negara yaitu China, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan, sehingga saat ini total menjadi 45 negara. Saya juga berharap negara-negara tersebut juga memberikan hal yang sama untuk passport Indonesia, jadi gak perlu urus visa sebelum berkunjung. Mudah-mudahan ya...berharap boleh dong.....;)