Tampilkan postingan dengan label UK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UK. Tampilkan semua postingan

2017/08/09

UK Trip 2017 - Edinburgh Day 2

Ini hari terakhir kami di Edinburgh dan berakhir pula trip UK kami. Beruntung di Bobby's Bunkhouse kita boleh menitipkan tas, yang penting kita harus sudah keluar dr kamar sebelum pukul 11.00. 

Bobby's Bunkhouse
Oh iya, Scotland juga menerbitkan uang, umumnya hanya diterima di area Scotland saja, namun uang Inggris berlaku di seluruh UK. Jadi disarankan untuk menghabiskan uang Scotland sebelum pindah ke daerah atau negara lain. Ini contoh bedanya dalam pecahan 5 Pouns.


£5 Scottish & British Bill
Destinasi pertama The Elephant House tak jauh dari penginapan. Cafe berwarna merah dengan tulisan "Birthplace" of Harry Potter. Disiniah J. K. Rowling mulai menulis kisah Harry Potter. Mungkin setelah mendapat inspirasi dari hasil jalan-jalan di Greyfriars Kirkyard yang tak jauh dari situ. Hari masih pagi dan cafe belum buka, kami foto-foto sebentar di depan.   


The Elephant House Cafe
Kami menyusuri Royal Mile dari High Street dan Canongate, melewati Museum of Edinburgh dan patung Robert Fergusson, penulis puisi abad 18 berada di luar Canonagate Kirk. Yang dinamakan The Royal Mile adalah sepanjang jalan dari Edinburgh Castle sampai Holyrood Palace.


Edinburgh City Center Map
  
Museum of Edinburgh

Robert Fergisson Statue
Canongate street berujung pada Scottish Parliament di kanan jalan. Hollyrood Park berada di depannya. Awalnya saya ingin melihat Arthur’s Seat yang ada di situ, tapi akhirnya kami sepakat untuk menjelajah ke arah sebaiknya karena kami ingin mencari tahu lokasi transportasi menuju airport. Di depan kantor parlemen ada air mancur dan tempat duduk. Kami makan pagi di sini, sambil memandang Hollyrood Park yang cantik. Beberapa orang terlihat berolah raga mengelilinginya. Udara dingin dan angin bertiup kencang.

Scottish Parliament

Queen's Gallery dan Holyrood Palace berada di seberang kantor parlemen.


Queen's Gallery

Holyrood Palace
Berbelok ke Calton Road, kami melewati Waverley Rail Station, lalu Balmoral Hotel sampai di Waverley Bridge. Melewati patung Duke of Wellington, Alan Ramsay, David Livingstone. 
  
Balmoral Hotel 


David Livingstone Statue

David Livingstone lahir tahun 1813 di Blantyre, Lanarkshire. Pada tahun 1840, dia ditahbiskan sebagai misionaris dan dikirim ke Afrika Selatan, di mana dia menemukan Air Terjun Victoria. Meninggal pada tahun 1873 saat mencari sumber Sungai Nil, dan dimakamkan di Westminster Abbey. Patung tersebut memegang sebuah Alkitab, dengan pistol dan kompas di pinggangnya. Dipahat oleh Amelia Paton Hill, salah satu dari sedikit pemahat wanita di Edinburgh abad ke-19.

Monumen Scott berada tak jauh dari patung Livingstone, menara bergaya gothic. Duduk di bawah lengkungan menara, patung marmer Sir Walter Scott (1771-1832) dengan anjing kesayangannya 'Maida' karya pematung John Steell.


Scott Monument
National Gallery berada di belakang monumen. Kami menyempatkan masuk melihat-lihat koleksinya, gratis. Princess Street Garden membentang di bawahnya. 


Scottish National Gallery

Scottish National Gallery Collections

Kami juga mampir di National Library of Scotland, kebetulan sedang ada pameran tentang penjelajahan ke Antartika di ruang depan. Kembali ke penginapan untuk makan siang dan mengambil titipan tas dahulu sebelum ke airport.


National Library of Scotland

Ada dua alternatif transportasi ke airport, dengan Bus Airlink 100 dari jembartan Waverley atau naik Tram dari Princess Street tak jauh dari Waverley. Bus Airlink melayani rute City Center - Edinburgh Airport selama 24 jam, dengan tarif sekali jalan £4.5 untuk dewasa dan £2 untuk anak-anak. Sedangkan tiket return £7.5 untuk dewasa dan £3 untuk anak-anak. Busnya bertingkat dan di lantai bawah tersedia rak-rak untuk meletakkan tas dan barang bawaan kita. Kita bisa membayar tiket langsung ke supir. Perjalanan sekitar 30 menit.

Jika naik Tram, kita harus membeli tiket di mesin yang ada di halte sebelum naik. Mesin hanya menerima pembayaran dengan kartu atau uang koin saja. Tarif sekali jalan £5.5 dan return £8.5.


Bus Airlink 100 at Waverley Bridge

Edinburgh Trams
Edinburgh Airport baru menerapkan self bag drop, ada beberapa mesin check in bagasi depan counter keberangkatan. Taruh bagasi di atas mesin, scan boarding pass maka mesin akan mengukur dan menimbang bagasi. Jika melebihi ketentuan, maka kita harus pindah ke oversize bagage. Jika lolos, mesin akan mencetak tag bagasi lalu kita harus menyerahkan bagasi ke petugas penerima bagasi. Namun jika kita pemegang paspor yang memerlukan visa, maka harus tetap check in via counter seperti biasa. 

Pada jalur pemeriksaan semua barang bawaan harus dimasukkan ke keranjang yang disediakan. Laptop dan tablet harus dikeluarkan dari tas, juga barang-barang cair harus dimasukkan dalam kantong plastik transparan yang di sediakan di area sebelum masuk ke antrian. Tersedia pula tempat sampah jika calon penumpang ingin membuang barang bawaannya yang sekiranya tidak diperbolehkan untuk dibawa ke kabin. Hampir semua penumpang membongkar koper dan tasnya. Dari pengalaman ini, selanjutnya kami melakukan hal yang sama pada setiap kami naik pesawat, sehingga mempercepat pemeriksaan.   


Edinburgh Airport Bag drop

Kami naik easyJet menuju Paris Charles de Gaulle, sampai pukul 21.30. Perjalanan kami berlanjut di Perancis.....


2017/08/08

UK Trip 2017 - Edinburgh Day 1

Pukul 5.30 dalam dinginnya pagi, kami berjalan kaki dari Garden Hotel menuju Manchester Piccadilly Station. Kereta kami Transpennine Express akan berangkat pukul 6.15 dari platform 14, yang ternyata ada di lantai atas. Kereta datang hanya beberapa menit sebelum keberangkatan. Melewati sawah, ladang dan hutan pinus cukup menyejukkan mata. Sampai di stasiun Edinburgh Waverley 09.36. 

Kontur kota Edinburgh berbukit-bukit, naik turun. Untuk menghubungkan dengan jalan di atasnya dibuat tangga-tangga pada lorong sempit. Kota tua Edinburgh sangat cantik. Kami berjalan kaki dari stasiun menuju penginapan di Bobby's bunkhouse, di kawasan kota tua dan seperti biasa pakai acara nyasar ;p Kami diperbolehkan check in meskipun belum waktunya. Disini kami menempati kamar dorm untuk 2 orang, jadi sekamar untuk kami sendiri. Kamarnya sempit tapi cukuplah, wifi cepat dan lokasi dekat dengan destinasi di kota tua. Memang letaknya agak tersembunyi turun ke bawah dari jalan raya. 

Edinburgh Old City
Kami telah mendaftar Sandeman Free Walking Tour untuk jam 13.00 dengan tempat bertemu di depan Starbuck High Street. Sambil menunggu waktu kami jalan-jalan di sekitar High Street yang ramai, banyak artis jalanan berbagai cosplay, ada pemain musik tradisional Scotland, agen-agen yang menawarkan tur dsb. Royal mile market, pasar seni di dalam gereja tua dengan kaca patri di jendelanya. 

Royal mile market

Scottich Tradisional Musician

Street Artist @High Street

Street Artist @High Street
Kami sempat menikmati konser musik tiup yang diselenggarakan di dalam St Giles Cathedral. Heart of Midlothian adalah mosaik berbentuk hati yang terdapat trotoar samping katedral. Konon dahulu merupakan masyarakat tempat meludah untuk menghina narapidana. Lokasinya terletak di depan pintu penjara.

St Giles Cathedral
Menurut cerita guide kami, Edinburgh berabad-abad yang lalu telah terkenal dalam bidang pengobatan, banyak orang datang dari berbagai kota bahkan negara lain untuk belajar pengobatan/kedokteran. Dengan makin banyaknya pendatang, maka makin diperlukan tempat tinggal, karena itu bangunan lama kebanyakan dibuat bertingkat. Efek lainnya marak pencurian mayat untuk diotopsi dan dipelajari, hingga ada beberapa mayat orang penting/kaya ditambahkan pengaman dari besi, salah satunya masih bisa kita lihat di pemakaman Greyfriars Kirkyard.

Untuk menambah gengsi kota, maka dibuat banyak patung-patung di berbagai tempat dengan berkiblat ke romawi. Salah satunya patung David Hume, seorang filsuf dan cerdik pandai abad 18. Salah satu jempol kakinya terlihat megkilat karena banyak orang mengosoknya demi keberuntungan. Percaya atau tidak terserah anda!

Statues
Writers Museum, museum yang menyimpan literatur penulis Scotlandia diantaranya Robert Burns (Auld Lang Syne), Walter Scott ‎(Ivanhoe) dan Robert Louis Stevenson (Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde). Museum juga menyimpan edisi pertama buku Harry Potter and the Philosopher’s Stone karya J.K. Rowling.

Writers Museum
Selanjutnya mendaki ke puncak bukit berdiri kokoh Edinburg Castle yang merupakan benteng pertahanan dengan sejarah panjangnya. 


Edinburg Castle
The Hub, dibangun antara tahun 1842 - 1845, oleh James Gillespie Graham dan Augustus Welby Pugin, sebagai Victoria Hall, untuk menjadi tempat Majelis Umum Gereja Skotlandia. Sejak tahun 1999, beralih fungsi menjadi kantor dan ruang pentunjukan berbagai festival.

The Hub
Grassmarket, sejak abad 15 merupakan pasar induk di Edinburgh, tempat jual beli kuda dan ternak. Berbagai kedai minuman, hostel dan penginapan dibangun di sekelilingnya. Sampai saat ini terlihat banyak cafe, restoran dan penginapan. Grassmarket dahulu juga merupakan tempat eksekusi publik, penduduk menganggapnya sebagai hiburan. Mereka menonton dari jendela-jendela lantai atas. 

Salah satu pub di Grassmarket bernama Maggie Dicksons. Kisah tentang Margaret Dickson poluler di Edinburgh, ia membunuh bayi haramnya yang baru lahir. Dia dihukum gantung, namun saat tubuhnya dibawa dengan gerobak setelah digantung, ia "bangkit dari kematiannya". Menurut hukum Scotland seseorang tidak dapat dihukum lagi untuk kejahatan yang sama, jadi ia dibebaskan bahkan dibebaskan dari membayar pajak. 

Maggie Dicksons Pub

Destinasi berikutnya Greyfriars Kirkyard, kompleks pemakaman sejak abad 16. Banyak kisah terjadi di sini. Kalau Jepang punya Hachiko, maka Edinburg punya kisah yang hampir sama Greyfriars Bobby, anjing setia yang menjaga makam tuannya seorang petugas polisi bernama John Gray selama 13 tahun. Batu nisan Bobby berada di pintu masuk Kirkyard, yang didirikan oleh Dog Aid Society pada tahun 1981. Pengunjung suka meletakkan ranting di atas nisan Bobby, mungkin untuk mengajak bermain ;p 

Greyfriars Kirkyard

Di seberang gerbang kuburan, di persimpangan Jembatan George IV dan Candlemaker Row, berdiri patung Bobby. Orang sering mengusap hidung patung Bobby untuk keberuntungan sehingga terlihat kuning mengkilat. Penginapan kami juga tak jauh dari situ, mungkin itu sebabnya dinamakan Bobby's bunkhouse. 

Bobby Statue

Ada 2 nama pada nisan di Greyfriars Kirkyard yang menginspirasi J.K. Rowling saat menulis Harry Potter yaitu Tom Riddlle (Voldermort) dan Profesor McGonagall, jika di Harry Potter seorang wanita namun aslinya adalah William McGonagall seorang komedian dan penulis. Batu nisan William McGonagall tertempel di salah satu tembok dekat pintu masuk ke George Heriot's School, yang menginspirasi bentuk sekolah Hogwarts. Karena serbuan penggemar Harry Poter yang datang dan memotret dirasakan mengganggu sekolah, maka sekolah mengeluarkan larangan untuk masuk ke kompleks sekolah. 

 
Thomas Riddlle Grave


William McGonagall tombstone


Kisah Jekyll and Hyde karya Robert Louis Stevenson, diinspirasi dari kasus William Brodie. William Brodie (28 September 1741 - 1 Oktober 1788), yang lebih dikenal dengan Deacon Brodie, adalah pembuat lemari, ahli kunci, diakon dari serikat dagang, dan anggota dewan kota Edinburgh, yang mempunyai kehidupan rahasia sebagai pencuri di malam hari. Hasil curiannya untuk mendanai perjudian dan kebiasaannya minum, hingga digantung pada tahun 1788. Namanya diabadikan pada sebuah pub Deacon Brodies Tavern di Royal Mile.

Deacon Brodies Tavern

Walking tour berakhir di depan National Museum of Scotland, kita dipersilahkan melanjutkan sendiri jika mau. Museum ini gratis dan koleksinya sangat lengkap. Kami masuk dan melihat-lihat sampai museum tutup. Museumnya sangat menyenangkan, ada beberapa simulator dan permainan. Anak-anak pasti suka di sini. Dari menebak suara binatang, simulator mobil balap, permainan puzle, memilah sampah dll. Pada sektor bencana alam, ada informasi tentang letusan Krakatau tahun 1883, tapi saya lihat lokasi Krakatau ditunjuk ke arah yang salah di sekitar kepulauan Maluku, seharusnya di antara pulau Sumatra dan Jawa. 

National Museum of Scotland Collections

Krakatau eruption

2017/08/07

UK Trip 2017 - Livepool & Manchester One Day Trip

Bus kami sampai di Manchester lewat pukul 4 pagi. Udara dingin sekali dan langit masih gelap. Kami berjalan menuju Garden Hotel, tempat kami mengnap malam ini, tak sampai 10 menit dari stasiun bus. Pintu hotel dikunci, kami membunyikan bel. Waktu check in memang jam 14.00, tapi kami berharap bisa menitipkan tas kami dan numpang ke toilet. Ternyata tidak diperbolehkan oleh staf hotel. Jadilah kami harus menyeret-nyeret tas selama keliling di Liverpool, cukup melelahkan.

Kembali ke stasiun bus, kami membeli tiket Bus National Express Manchester - Liverpool PP dari mesin. Berangkat menuju Liverpool 5.30 dan kembali ke Manchester 13.30. Perjalanan sekitar 1 jam. Sampai di Liverpool One Bus Station, masih pagi. Kami memutuskan untuk mengunjungi Liverpool FC Stadiun lebih dahulu karena lokasinya agak jauh dan harus naik bus. Saya tanya ke seorang ibu yang juga menunggu bus, berapa harga tiket bus. Tiket sekali naik £2, sedangkan sehari £4,3. Jadi kami membeli one day ticket di atas bus. Kami naik bus no.26 jurusan Anfield. Di bus tidak ada informasi sampai dimana, jadi agak was-was juga takut kelewatan. Mendekati stadion mulai terlihat papan petunjuk "Liverpool FC Stadium". 

Liverpool One Bus Station

Liverpool FC Stadium

Bayangan saya stadionnya sepeti kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta, tapi ternyata bangunan berpagar dan langsung berbatasan dengan tepi jalan. Stadion sedang direnovasi, banyak alat berat di sekelilingnya. Stadion, toko, tur dan museum baru buka pukul 9.00. Setelah foto-foto sebentar kami kembali ke pusat kota, naik bus no.27 dan turun di Cumberland Street (stop DC). Nantinya kami kembali ke stasion lagi setelah jam buka. 
  
Rute perjalanan kami di Liverpool selain Liverpool FC Stadium.

        Berlokasi di 10 Mathew Street, sebuah gang kecil tempat Beatles mulai dikenal. 
        Pada dinding depan tedapat wall of fame, nama-nama musisi yang pernah tampil di 
        Cavern Club tsb. Liverpool tak lepas dari The Beatles, mereka ada di mana-mana, 
        bahkan di toko permen, etalasenya dihiasi Beatles yang tersusun dari butiran 
        permen. Menarik bukan?

Beatles Cavern Pub

Beatles everywhere
 
        Beda 1 gang dari Cavern Club di Stanley Street, kita akan menemukan Eleanor Rigby
        statue. Patung dibuat oleh Tommy Steele, berdasarkan salah satu lagu The Beatles 
        berjudul Eleanor Rigby yang dirilis tahun 1966 dalam album Revolver. Lagu ini  
        berkisah tentang orang kesepian. 

Eleanor Rigby Statue
  
        
Liverpool Town Hall
Church of Our Lady and St. Nicholas
         Terdiri dari the Royal Liver Building (1908-11) oleh Walter Aubrey Thomas, the
         Cunard Building (1914-16) oleh Willinck & Thicknesse bersama Arthur J. Davis dan
         bekas kantor the Mersey Docks and Harbour Board (1903-07) oleh Briggs & 
         Wolstenholme with Hobbs & Thornely. 

The Three Graces Building

Real size Beatles Statue
        
Museum of Liverpool

Billy Fury Statue

Albert Dock view

Beatles Story

Kami beristirahat sambil menunggu keberangkatan bus kembali ke Manchester di sekitar bianglala Wheel of Liverpool. Lokasi terminal bus Liverpool One berada di seberang jalan Albert Dock. 

Rest & relax

Setelah check in di Garden Hotel, kami memutuskan untuk istirahat sebentar selain masih lelah karena semalam tidur di bus juga matahari sedang terik. Agak sore baru kami jalan-jalan di Manchester. Hotel kami tidak jauh dari stasiun Manchester Piccadilly, kami berjalan menuju ke sana. Manchester punya metro shuttle bus gratis keliling city center. Ada 3 jurusan dan kita bisa naik dan turun di halte yang dilewatinya. Kami naik Metro Shuttle 3 dari halte di depan stasiun Manchester Piccadilly dan turun di Chinatown dilanjutkan dengan jalan kaki. 

Pretty Old Building near Manchester Piccadilly

Manchester Chinatown gate
 
Bird's nest sculpture at the park

Exchange Square
Untuk masuk ke National Football Museum kita tidak perlu membayar alias gratis, tapi sayangnya kami sampai museum sudah tutup. Jadi kami hanya melihat-lihat di sekitarnya saja dan foto-foto di Football Walk of Fame yang berada di samping gedung.

National Football Museum

Football Walk of Fame

One Angel Square

a painted building

Sebenarnya ingin ke Manchester United Stadium tapi tiba-tiba hujan deras dan hari sudah malam meskipun masih terang, akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel, karena esok pagi harus naik kereta jam 6.15 ke Edinburgh dari stasiun Manchester Piccadilly.