2013/09/23

Enjoy Vienna, Austria (2)

Hari ke-2 setelah sarapan di hostel, kami menuju kawasan theater, museum dan istana, kami turun di stasiun Volkstheater. Berikut foto-foto perjalanan kami.







Vienna merupakan tempat asal pelukis Gustav Klimt yang terkenal dengan lukisannya berjudul The Kiss (1908). Saat ini lukisan disimpan di Österreichische Galerie Belvedere dan banyak dibuat menjadi berbagai macam suvenir. Saya pernah melihat replikanya di Hotel Tugu, Malang.

Ada hal menarik berkaitan dengan "Kiss" ini, baru-baru ini di Vienna memberlakukan denda sebesar eur 50, untuk berciuman, berbicara keras di ponsel dan membawa makanan berbau di transportasi umum, setelah mendapat banyak komplain dari masyarakat.

The Kiss by Gustav Klimt
Hari ke-3 setelah check out, kami menuju Wien Westbahnhoft untuk menitipkan tas kami karena kami akan naik kereta malam menuju Venice. Locker otomatis untuk 24 jam, ukuran kecil eur 2, sedang eur 2,5 dan besar eur 3,5. Kami memakai ukuran sedang untuk berdua. Kami jalan-jalan sekitar stasiun sampai sore. Melewati sungai, pasar, taman, gedung parlemen, kebetulan di taman sedang ada sport competition, memberikan pemandangan yang berbeda. Ini beberapa fotonya.






Kereta kami berangkat pukul 20.40 sampai di Venice pukul 8.30 esok paginya. Kereta melewati Salzburg dan berhenti cukup lama sekitar 2 jam. Ternyata tempat duduk yang berhadapan bisa ditarik dan disatukan menjadi tempat tidur, kami baru tahu setelah melihat orang di sebelah kami melakukannya hahahaha.....



Enjoy Vienna, Austria (1)

Vienna/Wien/Wina adalah ibu kota Austria, destinasi kami setelah Salzburg. Dengan menggunakan Eurail pass dari Salzburg kami naik OBB railjet yang ditempuh dalam waktu 2 jam 45 menit. Kami turun di Wien Westbahnhoft, pukul 12.45.
Kebetulan di stasiun ada yang jual nasi dan mi goreng, kami sudah kangen makan nasi, jadi makan siang dulu di stasiun, harga eur 1,9 untuk nasi ataupun mie goreng. Memang rasanya tidak seperti yang kami harapkan, hampir tidak ada rasa malahan, untung kami bawa sambel andalan dari rumah ;p jadi lumayanlah....

Selesai makan siang, kami memesan tempat duduk di kereta malam menuju Venice untuk lusa, eur 7 untuk kabin isi 8 orang. Lalu beli tiket transportasi umum eur 5,7 untuk 24 jam. Tiket dapat dibeli di mesin atau di toko/warung.

Transportasi menuju hostel kami, Palace Hostel Schlossherberge cukup mudah. Naik kereta jalur U3 turun di stasiun terakhir Ottakring lalu ganti naik bus 46B atau 146B, turun di halte depan hostel.

Hostel kami berada di atas bukit, sepanjang jalan menuju hostel banyak pohon chestnut, banyak yang jatuh, di belakang hostel ada kebun anggur dengan pemandangan kota Viena.
Kami ambil kamar dorm isi 4 orang, namun kami beruntung selama 2 malam hanya kami berdua yang mengisinya. Kami diberi sprei dan sarung bantal yang harus kami pasang sendiri, dan waktu check out harus kami serahkan lagi di resepsionis. Kali ini hostel termasuk breakfast, eur 23,20/orang/malam.


Hari sudah sore, kami disarankan untuk jalan-jalan di sekitar Stephenplatz. Banyak bangunan menarik, seniman jalanan, ada juga kereta kuda untuk keliling, patung dimana-mana. Ini beberapa foto yang sempat kami ambil.







Demikian hari pertama kami menikmati Vienna.
Bersambung.....

2013/09/19

Visiting Salzburg, Austria

Salzburg menjadi destinasi ke-3 trip Eropa kami, setelah Berlin. Kami menginap 2 malam di Meininger Hotel Salzburg City Center di kamar dorm untuk 10 orang, eur 15,50 per malam/orang dengan kamar mandi di dalam.

Kami sampai dengan kereta dari Munich sekitar jam 11 siang. Stasiun kereta dan terminal bus ternyata 1 lokasi. Kami membeli tiket transportasi 24 jam seharga eur 4,25 masing-masing membeli 2 lembar, kami akan berada di Salzburg 3 hari 2 malam. Lalu kami membeli paket tur ke Eagle's Nest untuk esok pagi.

Kami naik bus menuju ke hotel. Kota Salzburg sangat cantik, namun kabel-kabel tram yang melintang di atas kota sangat mengganggu pemandangan, tapi mau bagaimana lagi. Selama di Salzburg kami menggunakan bus dan tram, serta jalan kaki tentunya.

Sampai di hotel karena belum waktu check in, kami membayar hotel dan menitipkan tas kami. Ternyata ada tambahan biaya tax di luar harga booking eur 1,9/orang. Beres urusan administrasi, kami naik bus menuju kawasan kota tua salzburg.


Kawasan kota tua sangat cantik, banyak lukisan dan patung-patung di sepanjang jalan. Ada jalan kecil penuh dengan toko-toko, kita bisa menemukan Mozart chocolate di sini. Kami menemukan rumah kelahiran Mozart yang dijadikan museum. Kami jalan kaki sambil menikmati pemandangan gunung, sungai Salzach, hutan, bangunan kuno.





Sebelum kembali ke hotel, kami mampir di Mirabell park & garden, salah satu tempat shooting film Sound 0f Music. Taman ini bergaya Baroque. Anda akan melihatpatung-patung dewa romawi seperti Diana, Flora, Minerva, Ceres, Pomona, Venus, Vesta, Juno, Chronos, Bacchus, Jupiter, Mars, Hercules, Vulcan, Hermes, Apollo. Di tengah taman terdapat air mancur besar dikelilingi patung.



Hari kedua kami mengikuti tur Eagle's Nest sampai sekitar jam 2 siang. Kami dijemput dari hotel dengan bus kecil, lalu ganti bus besar menuju Eagle's Nest sampai di tempat parkir yang disediakan. Di tempat parkir naik bus khusus menuju Eagle's Nest, bus jalan setiap 25 menit. Cerita mengenai Eagle's Nest baca disini.




Selesai tur kami jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke hotel. Esok paginya kami menuju kota berikutnya, Vienna dengan Eurail pass.



2013/09/17

3 days in Berlin (2)

Hari ketiga di Berlin, setelah sarapan di penginapan, kami check out menuju Berlin Hauptbahnhof (central station). Malam ini kami akan naik City Night Line menuju Munich meggunakan Eurail Pass. Kami harus membeli tiket reservasi tempat tidur di kereta.

Kami menitipkan tas kami di loker yang tersedia di stasiun. Loker kecil EUR 4 dan yang besar EUR 6. Kami mengambil loker besar untuk berdua. Loker menerima koin 50 sen, 1 & 2 euro. Disediakan mesin penukar koin, tidak jauh dari lokasi loker.



Selesai urusan tiket, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Potsdam sampai Berlin Card kami habis masa berlakunya. Berikut foto-foto di Potsdam.




Sambil menunggu waktu sampai kereta berangkat, sekembalinya dari Potsdam, kami jalan-jalan sekitar stasiun Berlin, menyusuri dan menikmati sungai Spree. Banyak bangunan menarik yang kami lewati. Ini beberapa foto yang sempat kami ambil.



Kereta malam menuju Munich sampai pada esok paginya. Di Munich kami ganti kereta menuju Salzburg, tujuan kami berikutnya.

3 days in Berlin (1)

3 hari di Berlin, tepatnya bukan 3 hari sih.....tapi 2,5 hari, karena kami (saya berdua teman) berangkat dari bandara Oslo Rygge dengan Ryan Air pukul 11.55, sampai di bandara Berlin Schoenefeld 13:40. Pertama yang kami cari adalah tourist information, tanya mengenai transportasi di Berlin dan bagaimana menuju hotel kami.

Kami membeli Berlin Welcome Card (BWC) untuk 48 jam untuk zona ABC, karena letak bandara ada di wilayah C, berlaku untuk Berlin dan Postdam. BWC dihitung mulai saat pertama kali kartu digunakan, berlaku untuk S-Bahn/City Railway, U-Bahn/underground, tram dan bus. Info mengenai BWC dapat dilihat di http://www.berlin.de/en/tourism/1895467-2975548-berlin-welcomecard.en.html.

Kami menginap di Jetpak Forest, dorm kamar untuk 8 orang EUR 14/malam/orang. Penginapan merupakan rumah kayu besar yang terletak di tepi hutan. Kami melewati lingkungan elit, rumah-rumah duta besar dengan mobil mewah terparkir di depan rumah. Lingkungan sepi dan nyaman, sesekali terdengar suara binatang dari arah hutan. Untuk menuju ke sini kami harus naik kereta dan bus, mengikuti petunjuk yang ada waktu booking. Hari sudah sore waktu kami sampai, jadi setelah mandi hanya jalan-jalan sekitar penginapan saja. Kami sempat ngobrol ternyata pengelola penginapan pernah ke Surabaya.



Hari kedua, kami kami bergabung dengan Sandeman Free Walking Tour - East Berlin. Tur diadakan setiap hari pada jam 11.00 dan 14.00 dengan durasi selama 2,5 jam.

Tempat pendaftaran ada di depan Starbucks di dekat Brandenburg Gate, stasiun terdekat S/U-Bahn Brandenburger Tor. Kita akan ditanya nama dan dimana kita menginap serta pilihan bahasa pemandu.

Rute dimulai dari Parizer Platz - Brandenburg Gate - Jewis Memorial - Bekas bunker Hitler - kantor pusat Luftwaffe - Berlin Wall - Checkpoint Charlie - Gendarmen markt - Bebelplatz - Neue Wache - Berlin TV Tower - Museum Island.

  • Parizer Platz
Parizer platz adalah alun-alun kota Berlin dimana terletak gerbang Brandenburg, kedutaan Amerika dan Perancis, Hotel Adlon yang terkenal. Pada tahun terakhir perang dunia kedua, semua bangunan di sekitarnya, menjadi reruntuhan karena serangan udara dan bom. Satu-satunya yang masih berdiri hanya gerbang Brandenburg.


  • Brandenburg Gate
Gerbang Brandenburg adalah salah satu gerbang dan ikon kota Berlin, dibangun pada 1791. Beberapa tahun kemudian, Irene Dewi Perdamaian yang mengendarai kereta ditambahkan di atasnya. Tak lama setelah Napoleon menaklukkan Berlin, mengambil patung dan ke museum Louvre. Ketika patung kembali ke Berlin, mereka mengganti namanya menjadi Viktoria, Dewi Kemenangan.


  • Jewis Memorial
Terletak 1 blok dari gerbang Brandenburg, disebut juga Holocaust Memorial, diresmikan pada peringatan 60 tahun jatuhnya rezim Nazi dan berakhirnya perang dunia kedua, Mei 2005. Memorial berbentuk kubus-kubus dengan berbagai ketinggian dirancang untuk memperingati pembunuhan sekitar 60 juta orang Yahudi di tangan Nazi. Dirancang oleh Peter Eisenman sebagai pemenang dari lomba. Anda harus coba merasakan berjalan di antara lorong kubus-kubus itu.


  • Bekas bunker Hitler (Fuhrerbunker)
Pada suatu tempat parkir di sekitar bangunan apartemen, dipasang tanda bahwa di situlah bekas bunker dimana Hitler bunuh diri pada tahun 1945. Tanda ini baru dipasang tahun 2006. Beberapa koridor bunker masih ada sampai saat ini, namun tertutup untuk umum.


  • Kantor pusat Luftwaffe
Bekas kantor pusat Luftwafee (angkatan udara Nazi) ini hanya mengalami sedikit kerusakan dan selamat dari pemboman pada perang dunia kedua. Bagunan tipikal arsitektur Nazi yang besar dan mengintimidasi. Sekarang digunakan untuk kantor kementrian keuangan Jerman.


  • Berlin Wall
Tembok Berlin dibangun oleh pemerintah Jerman Timur untuk membagi Berlin serta Jerman secara fisik antara Barat dan Timur selama tahun 1961-1989, serta merupakan batas simbolis antara demokrasi dan komunisme selama Perang Dingin.

Pada musim panas 1989 puluhan ribu orang Jerman Timur melarikan diri ke Jerman Barat melintas melalui perbatasan Hungaria dan Austria Pada tanggal 9 November 1989 pemerintah melonggarkan peraturan perjalanan, yang memungkinkan Jerman Timur untuk menyeberangi perbatasan. Ketika ratusan ribu orang berkumpul di Tembok melakukan protes, pemerintah tidak mampu menahan tekanan, dan Tembok Berlin runtuh.

Setelah Tembok Berlin runtuh, Jerman Barat dan Timur bersatu menjadi satu negara Jerman  pada tanggal 3 Oktober 1990.


  • Checkpoint Charlie
Tidak ada yang bernama Charlie. Nama Charlie berasal dari huruf C dalam alfabet, seperti pos-pos pemeriksaan Sekutu lainnya: Alpha Checkpoint  berada di Helmstedt dan Checkpoint Bravo di Dreilinden. Saat ini menjadi salah satu obyek wisata di Berlin.


  • Gendarmenmarkt
Gendarmenmarkt adalah alun-alun di Berlin, dimana berdiri Konzerthaus, Katedral Perancis dan Katedral Jerman. Di tengah alun-alun terdapat patung penyair Jerman Friedrich Schiller. Pada minggu pertama Juni setiap musim panas biasanya diadakan konser besar di alun-alun.
 
  • Bebelplatz
Bebelplatz merupakan alun-alun yang dikelilingi oleh dibatasi oleh gedung State Opera(maka nama sebelum perang) di sebelah timurUniversitas Humboldt di barat, dan sebelah tenggara dengan Katedral St Hedwig, gereja Katolik pertama yang dibangun di Prusia setelah Reformasi. Nama ini diambil dari August Bebel, seorang pendiri Partai Sosial Demokrat Jerman pada abad ke-19.

Di trotoar Bebelplatz, anda akan menemukan tugu peringatan sekitar 20.000 pembakaran buku oleh Nazi pada malam 10 Mei 1933 atas perintah Menteri Propaganda Yusuf Goebbels. Tugu peringatan dirancang oleh Micha Ullman, berupa jendela kaca dimana kita dapat melihat rak buku kosong yang cukup untuk menampung ribuan buku yang dibakar. 


  • Neue Wache (New Guard)
Selama 100 tahun digunakan sebagai Royal Guard House sampai keluarga kerajaan meninggalkan Jerman tahun 1918. Fungsi bangunan kemudian berubah beberapa kali, dari peringatan Perang Dunia Pertama, lalu menjadi peringatan Nazi untuk korban perang dan Bolshevisme, dan kemudian menjadi peringatan komunis untuk Korban Fasisme dan Militerisme. Pada tahun 1969, dikuburkan di sana tentara yang tidak dikenal dan tahanan dari kamp konsentrasi.

Setelah reunifikasi Jerman, Neue Wache menjadi Memorial Korban Perang dan Tirani. Di tengah ruangan terdapat patung "Ibu dengan putranya yang mati" karya Käthe Kollwitz.
 


  • Berlin TV Tower
Dibangun oleh Jerman Timur pada tahun 1969. Dengan tinggi 368 meter, Berlin Tower menjadi salah satu satu menara tertinggi di Eropa. Anda dapat naik menara dan melihat pandangan kota Berlin yang menakjubkan. 

Terdapat platform pengunjung yang disebut lantai panorama, berada pada ketinggian sekitar 203 meter (666 kaki) dan visibilitas bisa mencapai 42 kilometer (26 mil) pada hari yang cerah. Beberapa meter di atas platform, pada 207 meter terdapat Restoran Telecafé, yang berputar sekali setiap 30 menit, Tersedia 2 lift pengunjung dan 986 tangga untuk naik ke menara.

Ketika menara dibangun, pemimpin Jerman Timur, Walter Ulbricht, memerintahkan semua gereja harus membuang salib mereka. Namun saat matahari bersinar cerah, biasanya terlihat refleksi menara berbentuk salib. Mereka mencoba untuk menghentikan efek salib dengan cermin, cat, lampu sorot dan segala macam namun tidak berhasil. Akhirnya Ulbricht berkata 'itu bukan salib, tetapi plus' ;p


  • Museum Island
Destinasi terakhir walking tour adalah Museum Island, merupakan kompleks museum di sungai Spree. Terdapat 5 museum besar, kompleks ini ditetapkan menjadi salah satu warisan dunia UNESCO pada tahun 1999.
  • Altes Museum (Old Museum) diselesaikan atas perintah Karl Friedrich Schinkel tahun 1830. Merupakan museum pertama di Prusia. Tahun 1960 dibagun kembali setelah hancur karena perang. Museum ini menyajikan seni dan patung Yunani dan Romawi.
  • The Neues Museum (New Museum) selesai pada 1859 oleh Friedrich August Stüler, murid Schinkel. Sempat hancur dalam Perang Dunia II, dan dibuka kembali pada tahun 2009, menyajikan harta peninggalan Mesir dan pra sejarah, salah satunya patung Nefertiti.
  • The Alte Nationalgalerie (Old National Gallery) selesai pada 1876, juga didesain oleh Friedrich August Stüler. Berbentuk seperti kuil kuno, terinspirasi dari Acropolis Athena. Museum ini menyimpan karya beraliran klasik, romantis, impresionis dan modern.
  • Museum Bode, yang juga disebut Museum Kaiser Friedrich. Berisi koleksi  patung dan karya seni Bizantium, dan Numismatik.
  • Museum Pergamon, dibangun pada tahun 1930, merupakan museum di Berlin yang paling banyak dikunjungi. Berisi beberapa rekonstruksi bangunan historis seperti Altar Pergamon dan Gerbang Ishtar Babel.

Bersambung....

2013/09/12

Jogja Trip

Lihat apa kalau ke Jogja? Berikut beberapa tempat menarik yang sempat saya kunjungi bersama beberapa teman.

  • Candi Borobudur
Borobudur terletak di desa Borobudur, Magelang. 40 km barat laut Jogja. Candi Budha abad ke-9 pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dinding candi dipenuhi oleh pahatan relief yang selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajaran-ajarannya, juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu.

Untuk mengikuti alur kisah yang terpahat pada dinding candi, pengunjung harus berjalan mengitari candi searah jarum jam, masuk melalui pintu timur, dengan posisi candi selalu ada di sebelah kanan, hingga tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya sampai di puncak candi yang berbentuk stupa. Sesampainya di puncak, layangkanlah pandangan ke segala arah maka akan terlihat deretan Perbukitan Menoreh, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang mengitari candi.

Jangan lewatkan untuk menyaksikan Borobudur Sunrise dan Sunset dari atas candi. Setiap tahun pada peringatan hari Trisuci Waisak, Borobudur dipenuhi oleh umat Budha dari seluruh dunia. Jam buka Senin - Minggu, pukul 06:00 - 17:00.

Beberapa alternatif menuju Borobodur: sewa mobil atau motor, naik bus jurusan Semarang, dan minta diturunkan di Borobudur. Bisa juga naik bus dari terminal Jombor cari jurusan Borobudur.

Harga tiket:
  • Wisatawan Nusantara/domestik: Rp.30.000 dan Rp.12.500 untuk di bawah 6 tahun.
  • Wisatawan mancanegara: RP.190.000,- dan Rp.95.000,- di bawah 6 tahun.

Info tiket dari http://borobudurwisata.com/a1/index.php/tiket/harga-tiket



  • Candi Prambanan
Candi Prambanan terletak di desa Prambanan, 20 km sebelah timur Jogja. Disebut juga  Candi Rara Jonggrang, merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Arsitektur bangunan candi berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana, dimana sendratarinya dapat disaksikan pada malam hari, pukul 19.30 - 21.30, dengan harga tiket rp.100.000 - rp.300.000,- digelar setiap hari selasa, kamis dan sabtu.

Dari Bandara Adi Sucipto, kita bisa langsung naik Trans Jogja menuju Candi Prambanan dengan durasi tempuh sekitar 15 menit, turun di Halte Prambanan. Cukup berjalan kaki untuk sampai ke loket tiket masuk Candi Prambanan.

Dari halte Malioboro naik bus Trans Jogja rute 1A menuju Prambanan melewati Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, Istana Negara, Gedung BI, Taman Pintar, dan Kebun Binatang Gembiraloka. Waktu yang dibutuhkan untuk ke Prambanan sekitar satu jam.

Candi Prambanan buka setiap hari jam 06.00 – 17.00.

Harga tiket:
  • Wisatawan Nusantara/domestik: Rp.30.000 dan Rp.12.500 untuk di bawah 6 tahun.
  • Wisatawan mancanegara: $18,- dan $9,- di bawah 6 tahun.

Info tiket dari http://borobudurwisata.com/a1/index.php/tiket/harga-tiket

Tersedia pula tiket terusan Prambanan dan Ratu Boko harga termasuk kendaraan menuju Ratu Boko.



  • Istana Ratu Boko
Istana Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan,  18 km sebelah timur Jogja. Diperkirakan telah dipergunakan orang pada abad ke-8.

Ratu Boko, konon kabarnya adalah ayah dari Loro jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.

Situs Ratu Boko merupakan kompleks istana lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung. Gerbang masuk yang masih berdiri tegak, biasa dijadikan spot foto pre-wedding. Senja di Ratu Boko bisa menjadi koleksi foto yang indah.

Harga tiket:
  • Wisatawan Nusantara/domestik: Rp.25.000 dan Rp.12.500 untuk di bawah 6 tahun.
  • Wisatawan mancanegara: $10,- dan $7,- di bawah 6 tahun.

Info tiket dari http://borobudurwisata.com/a1/index.php/tiket/harga-tiket

  • Museum Ullen Sentalu
Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku yang artinya adalah “Nyala lampu blencong (pada pertunjukan wayang kulit) merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”.

Terletak di kesejukan Kaliurang, sebelah utara Jogja. Untuk menuju ke sini kami naik Taxi dan minta ditunggu, sebab tidak ada kendaraan umum yang lewat daerah sini. Merupakan museum pribadi yang dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong.

Museum Ullen Sentalu menyajikan pengetahuan tentang seni dan budaya Jawa dengan cara yang berbeda. Dimulai dari ruang Selamat Datang, Ruang Seni dan Gamelan, Guwa Sela Giri lorong dengan pencahayaan temaram yang menimbulkan kesan magis di dinding kanan dan kiri berjejer lukisan dan foto para tokoh dari 4 keraton Kerajaan Mataram, salah satunya adalah lukisan 3 dimensi. Mata wanita di lukisan ini akan mengikuti langkah Anda ke mana pun Anda melangkah!

Ruang berikutnya adalah Ruang Syair, dimana terdapat kumpulan syair yang ditulis untuk Tineke, putri Sunan Surakarta yaitu Pakubuwono XI. Selanjutnya Royal Room Ratu Mas, ruangan khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X.
Ruang Batik Vorstendlanden terdapat koleksi batik dari era Sultan Hamengkubuwono VII hingga Sultan Hamengkubuwono VIII. Ruang Batik Pesisiran, terdapat koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an.

Ruang Putri Dambaan, sebuah ruangan yang khusus dibuat untuk putri tunggal Mangkunegara VII yaitu Siti Nurul Kusumawardhani, putri dambaan banyak pria, kecantikannya tersohor lintas kerajaan.

Sasana Sekar Bawana adalah ruangan terakhir berisi beberapa lukisan raja-raja Mataram. Tur ditutup dengan suguhan minuman spesial yaitu Ratu Mas, minuman dengan resep rahasia dari 7 bahan alami ini dipercaya bisa memberi kesehatan dan awet muda.

Area lain adalah Beukenhof Restaurant, restoran ala Eropa dengan pemandangan taman yang tertata rapi. Terakhir anda dapat mampir ke Toko suvenir Muse.

Tiket masuk sebesar Rp 25.000, sudah termasuk jasa pemandu yang memberikan beragam informasi, setiap obyek dalam ruangan. Tidak diperbolehkan mengambil gambar dalam bentuk apapun. Buka Selasa - Minggu pukul 8.30 - 16.00. Telepon (62-274) 895131.


  • Museum Affandi
Museum Affandi yang terletak di pinggir sungai Gajah Wong, di Jalan Solo 167, Jogja. Berisi lukisan hasil karya maestro Affandi, lukisan dari keluarganya termasuk istri dan anaknya, juga beberapa lukisan sahabat Affandi. Lebih dari 300 buah lukisannya disimpan di dalam museum ini yang terdiri dari 3 galeri, 2 studio, rumah yang dahulu dipakai sebagai tempat tinggal pelukis ini, dengan atap berbentuk daun pisang. Di area luar museum terdapat rumah keluarga, rumah berbentuk gerobak dan makam Affandi.

Museum bisa ditempuh dengan menggunakan Trans Jogja, turun di halte wanita tama.
Buka setiap hari pukul 9.00 - 16.00 kecuali hari libur nasional.

Harga tiket:
  • Wisatawan Nusantara/domestik: Rp.20.000,-
  • Wisatawan mancanegara: Rp.50.000,-
  • Gratis untuk anak sampai dengan 6 tahun.
  • Kamera Rp.20.000,-



  • Museum Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg merupakan benteng tertua di Jogja, berada di jl. Malioboro tidak jauh dari pasar Bringharjo. Bisa ditempuh dengan Trans Jogja atau jalan kaki jika anda tinggal di sekitar Malioboro.

Museum ini memiliki koleksi diorama perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Terdapat 4 ruang diorama:
  • Ruang satu menceritakan peristiwa bersejarah mulai dari perang Diponegoro, hingga ketika Jepang memasuki kota Yogyakarta.
  • Ruang dua, menyajikan peristiwa-peristiwa seputar proklamasi, sampai dengan agresi militer Belanda I.
  • Ruang tiga, kita akan melihat sejarah, mulai dari perjanjian renville, hingga kesejarah kedaulatan RIS (Republik Indonesia Serikat).
  • Ruag empat, mempertunjukan peristiwa sejarah yang dimulai dari periode NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), hingga kemasa Orde Baru. 
Benteng Vredeburg buka hari Selasa - Minggu pukul 8.00 - 16.00, dengan tiket masuk Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Pada bulan Juni - Juli, Benteng Vredeburg menjadi lokasi pelaksanaan Festival Kesenian Yogyakarta.


  • Taman Sari
Taman Sari Jogja adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Jogjakarta yang  dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765. Sebagian berupa bagunan utuh, sebagian lagi berupa reruntuhan, terdapat kolam tempat mandi, lorong dan mesjid di bawah tanah.

Jam buka: Senin - Minggu, pukul 09.00 - 15.30.
Harga tiket:
  • Wisatawan Domestik: Rp 3.000
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 7.000
  • Guide: nego (Rp 10.000 - Rp 20.000)

     
     
    Masih banyak tempat menaik lain di Jogja dan sekitarnya yang belum sempat saya kunjungi, mungkin lain kali......