Target hari ini adalah ke Vatican,Colosseum dan Roman Forum. Kami berangkat pagi-pagi, sampai di antrian masuk Vatican sebelum jam 8 pagi. Terdapat 2 jalur antrian, untuk perorangan dan untuk rombongan tur. Saat kami sampai sudah banyak orang yang datang. Setelah hampir 1 jam, barulah kami mendapat tiket. Museum Vatican berisi karya-karya seni bernilai tinggi, perlu waktu yang cukup banyak jika ingin menikmati semuanya.
Kami juga masuk ke Sistine Chapel, tempat dimana Papal Conclave (prosesi pemilihan Paus baru) dilaksanakan. Kapel tidak terlalu besar, di dinding dan langit-langit penuh dengan lukisan, tidak boleh memotret dan mengambil gambar, jadi cukup duduk diam dan menikmatinya, tidak boleh berisik. Di langit-langit kapel terlihat lukisan Michelangelo, The Last Judgment (1535-1541).
Keluar dari museum, kami menuju St.Peter's Square dimana terdapat St. Peter's Basilica. Hari sudah siang dan antrian masuk Basilica masih panjang, jadi kami duduk diantara tiang-tiang besar sambil makan siang. Di tengah lapangan terdapat obelisk besar berusia 4 ribu tahun. Tiang-tiang besar yang mengelilingi lapangan dan air mancur di tengahnya, dirancang oleh Bernini.
Colosseum, merupakan amphitheater terbesar di dunia, dibangun dari batu dan beton. Saat kami di sana sedang dilakukan rekonstruksi pada area tengah. Sebagian bangunan sudah menjadi reruntuhan namun bentuk luarnya masih dapat dikenali.
Roman Forum berada tidak jauh dari Colosseum, merupakan area reruntuhan bagian kota Roma Kuno, dimana dahulu terdapat beberapa bangunan pemerintahan, rumah-rumah pejabat dan orang kaya, pasar dan sebagainya. Sampai saat ini masih dilakukan rekonstruksi.
Kami kembali ke camping pada senja hari, sebelumnya mampir di supermarket untuk membeli oleh-oleh karena esok pagi kami akan pulang.
Dari camping tersedia airport transfer pada jam yang telah ditentukan dengan membayar eur 11. Di airport saya membeli wine dari Chianti yang terkenal dan kopi Italy.
Selesailah trip Eropa pertama kami, mudah-mudahan lain kali mendapat kesempatan untuk kembali dengan destinasi yang berbeda.
2013/10/01
Menyusuri Roma, the eternal city (1)
Roma menjadi destinasi terakhir trip Eropa kami sebelum kembali ke tanah air. Kami naik kereta dari Florence, dengan menggunakan Eurail pass namun tetap harus membeli kursi eur 10. Kereta berangkat pukul 10.40, sampai di stasiun Termini tepat pukul 12.13.
Kami membeli tiket untuk 1 hari berlaku sampai tengah malam, bukan 24 jam seperti di Jerman atau Austria. Jenis tiket transportasi yang tersedia ada untuk sekali naik (berlaku 100 menit), tiket 1 hari, 3 hari, 7 hari, sebulan dan setahun. Tiket berlaku untuk kereta, trem, bus namun tidak termasuk kereta ke airport. Tiket harus divalidasi di pintu masuk untuk stasiun kereta dan di mesin dalam bus.
Roma punya 2 jalur kereta bawah tanah yang disebut Metro, jalur oranye dan biru.
Dari stasiun Termini, kami naik Metro, turun jauh di bawah tanah, lorong dan bangunan sudah sangat tua. Trurun di stasiun Cornelia lalu naik bus nomor 246 turun di depan supermarket Panorama yang ada di seberang area Plus Camping Roma tempat kami menginap. Kami menginap di tenda untuk 2 orang, tenda mirip dengan yag ada di Florence, hanya saja dibagun berjajar rapat satu sama lain. Area kamar mandi, toilet dan mesin cuci jauh lebih bagus daripada di Florence. Jadi ada plus minusnya antara keduanya. Ada tambahan biaya reservasi yaitu tax eur 1/orang/hari dan biaya jaminan kunci eur 5 yang akan dikembalikan saat kita check out.
Setelah berberes, kami memulai penjelajahan mulai dari Trevi Fountain, Naik bus 246 sampai stasiun Cornelia, lalu naik metro sampai Barberini Trevi, selanjutnya jalan kaki.
Trevi Fountain (Fontana di Trevi) adalah air mancur yang berada di tengah kota Roma di pertemuan 3 jalan (trevi) yaitu Via De' Crocicchi, Via Poli and Via Delle Muratte. Di tengah air mancur berdiri patung Ocean, anak dari Sky dan Vesta. Sulit menggambarkan keindahan dari keseluruhan konstruksi, jadi sebaiknya nikmati saja fotonya. Sewaktu kami sampai, di sana penuh orang sedang jalanan sempit. Ada kepercayaan jika kita melempar uang koin ke dalamnya, maka suatu saat kita akan kembali ke Roma. Percaya atau tidak, terserah anda....
Pantheon yang berarti dewa-dewa, dahulu merupakan kuil, lalu berubah fungsi menjadi gereja sampai saat ini, di dalamnya terdapat beberapa makam, salah satunya makam pelukis Raphael Sanzio da Urbino yang disebut dalam novel Dan Brown, Angel and Demons. Atap bangunan berkubah bulat, dengan lubang di tengahnya sebagai jalan masuk udara dan cahaya matahari, berfungsi sebagai ventilasi, pendingin dan penerangan.
Perjalanan berlanjut ke Piazza Navona, ditengahnya terdapat Fountain of the Four Rivers (Fontana dei Quattro Fiumi), salah satu karya Gian Lorenzo Bernini, tahun 1651. 4 sungai mewakili sungai Nil di Africa, Gangga di Asia, Danube di Europa, dan Rio de la Plata di Amerika. Air mancur ini juga menjadi lokasi altar 'Air' pada Angel and Demons.
Perjalanan kami lanjutkan sampai hari mulai gelap. Kembali ke camping setelah sebelumnya membeli makanan dan minuman di supermarket Panorama. Esok pagi penjelajahan akan dilanjutkan.....
![]() |
| Map of Italy |
Kami membeli tiket untuk 1 hari berlaku sampai tengah malam, bukan 24 jam seperti di Jerman atau Austria. Jenis tiket transportasi yang tersedia ada untuk sekali naik (berlaku 100 menit), tiket 1 hari, 3 hari, 7 hari, sebulan dan setahun. Tiket berlaku untuk kereta, trem, bus namun tidak termasuk kereta ke airport. Tiket harus divalidasi di pintu masuk untuk stasiun kereta dan di mesin dalam bus.
Roma punya 2 jalur kereta bawah tanah yang disebut Metro, jalur oranye dan biru.
Dari stasiun Termini, kami naik Metro, turun jauh di bawah tanah, lorong dan bangunan sudah sangat tua. Trurun di stasiun Cornelia lalu naik bus nomor 246 turun di depan supermarket Panorama yang ada di seberang area Plus Camping Roma tempat kami menginap. Kami menginap di tenda untuk 2 orang, tenda mirip dengan yag ada di Florence, hanya saja dibagun berjajar rapat satu sama lain. Area kamar mandi, toilet dan mesin cuci jauh lebih bagus daripada di Florence. Jadi ada plus minusnya antara keduanya. Ada tambahan biaya reservasi yaitu tax eur 1/orang/hari dan biaya jaminan kunci eur 5 yang akan dikembalikan saat kita check out.
Setelah berberes, kami memulai penjelajahan mulai dari Trevi Fountain, Naik bus 246 sampai stasiun Cornelia, lalu naik metro sampai Barberini Trevi, selanjutnya jalan kaki.
Trevi Fountain (Fontana di Trevi) adalah air mancur yang berada di tengah kota Roma di pertemuan 3 jalan (trevi) yaitu Via De' Crocicchi, Via Poli and Via Delle Muratte. Di tengah air mancur berdiri patung Ocean, anak dari Sky dan Vesta. Sulit menggambarkan keindahan dari keseluruhan konstruksi, jadi sebaiknya nikmati saja fotonya. Sewaktu kami sampai, di sana penuh orang sedang jalanan sempit. Ada kepercayaan jika kita melempar uang koin ke dalamnya, maka suatu saat kita akan kembali ke Roma. Percaya atau tidak, terserah anda....
Pantheon yang berarti dewa-dewa, dahulu merupakan kuil, lalu berubah fungsi menjadi gereja sampai saat ini, di dalamnya terdapat beberapa makam, salah satunya makam pelukis Raphael Sanzio da Urbino yang disebut dalam novel Dan Brown, Angel and Demons. Atap bangunan berkubah bulat, dengan lubang di tengahnya sebagai jalan masuk udara dan cahaya matahari, berfungsi sebagai ventilasi, pendingin dan penerangan.
Perjalanan berlanjut ke Piazza Navona, ditengahnya terdapat Fountain of the Four Rivers (Fontana dei Quattro Fiumi), salah satu karya Gian Lorenzo Bernini, tahun 1651. 4 sungai mewakili sungai Nil di Africa, Gangga di Asia, Danube di Europa, dan Rio de la Plata di Amerika. Air mancur ini juga menjadi lokasi altar 'Air' pada Angel and Demons.
Perjalanan kami lanjutkan sampai hari mulai gelap. Kembali ke camping setelah sebelumnya membeli makanan dan minuman di supermarket Panorama. Esok pagi penjelajahan akan dilanjutkan.....
Lokasi:
Roma, Italia
2013/09/30
Singgah di Florence / Firenze
Under the Tuscan Sun, sebuah film drama komedi romantis tahun 2003, dibintangi oleh Diane Lane, lokasi utama cerita adalah sebuah desa di Tuscan, Italy. Desa tergambar sangat cantik, sehingga saya memimpikan suatu saat jika beruntung, dapat mampir.
Sekitar 8 tahun kemudian, saya memasukkan Florence sebagai salah satu destinasi yang kami kunjungi pada trip Eropa kami. Dari Venice kami naik kereta sampai di Stasiun Santa Maria Novella, Florence. Hari sudah siang menjelang sore sewaktu kami sampai, jadi kami memutuskan untuk makan siang dahulu sebelum ke tempat kami menginap.
Aturan transportasi umum di Florence berbeda dengan sebelumnya. Transportasi dalam kota didominasi oleh bus. Dengan tiket bus seharga eur 1,20 berlaku untuk 90 menit, jadi selama 90 menit anda bebas untuk naik turun bus dihitung dari waktu penggunaan (time stamp) pertama kali.
Dari stasiun, kami naik bus nomor 12, sampai di halte setelah Piazzale Michelangelo. Kami menginap di Plus Camping Michelangelo, di sebuah rumah tenda yang kami gunakan berdua, di dalamnya tersedia tempat tidur. Area camping tersebar diantara kebun zaitun, terdapat area tenda dan area caravan. Letak tenda kami cukup jauh dari pintu masuk maupun area kamar mandi dan toilet yang terpisah. Untuk menuju ke tenda kami saja, kami diberi peta ;p. Camping Fusina di Venice masih lebih baik kondisinya dibandingkan dengan disini. Namun tidak masalah bagi kami, kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda, lumayan untuk menambah pengalaman.
Nilai plusnya adalah lokasinya tidak jauh dari Piazzale Michelangelo (Michelangelo Square)yang terkenal, dimana kita bisa menikmati kota Florence dari ketinggian, sebab letaknya di atas bukit. Di tengah piazzale terdapat patung Daud (David) karya Michelangelo terbuat dari tembaga.
Hari pertama di Florence kami habiskan untuk duduk-duduk menikmati kota dari Piazzale. Di dalam area camping tersedia mini market untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Udara bulan September cukup dingin di dalam tenda meskipun sudah memakai selimut tebal. Tidak tersedia colokan listrik didalam tenda. Jika ingin charge baterai, harus membayar eur 1 untuk 1 jam.
Selesai ritual pagi, kami membeli tiket bus untuk perjalanan pergi dan pulang ke camping. Dengan berbekal peta yang kami dapat dari camping, kami menjelajah kota Florence dimulai dari jembatan Ponte Vecchio (Old Bridge), yang merupakan peninggalan abad pertengahan, meski beberapa kali rusak karena banjir. Jembatan tidak dirusak oleh Jerman pada Perang Dunia kedua. Kami sempat melewati di beberapa tempat menarik:
Makan malam kali ini kami mencoba makan pizza di negeri asalnya, pizza margaritha eur 5. Esok pagi perjalanan ke destinasi terakhir sebelum kembali ke tanah air, Roma.
Sekitar 8 tahun kemudian, saya memasukkan Florence sebagai salah satu destinasi yang kami kunjungi pada trip Eropa kami. Dari Venice kami naik kereta sampai di Stasiun Santa Maria Novella, Florence. Hari sudah siang menjelang sore sewaktu kami sampai, jadi kami memutuskan untuk makan siang dahulu sebelum ke tempat kami menginap.
Aturan transportasi umum di Florence berbeda dengan sebelumnya. Transportasi dalam kota didominasi oleh bus. Dengan tiket bus seharga eur 1,20 berlaku untuk 90 menit, jadi selama 90 menit anda bebas untuk naik turun bus dihitung dari waktu penggunaan (time stamp) pertama kali.
Dari stasiun, kami naik bus nomor 12, sampai di halte setelah Piazzale Michelangelo. Kami menginap di Plus Camping Michelangelo, di sebuah rumah tenda yang kami gunakan berdua, di dalamnya tersedia tempat tidur. Area camping tersebar diantara kebun zaitun, terdapat area tenda dan area caravan. Letak tenda kami cukup jauh dari pintu masuk maupun area kamar mandi dan toilet yang terpisah. Untuk menuju ke tenda kami saja, kami diberi peta ;p. Camping Fusina di Venice masih lebih baik kondisinya dibandingkan dengan disini. Namun tidak masalah bagi kami, kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda, lumayan untuk menambah pengalaman.
Nilai plusnya adalah lokasinya tidak jauh dari Piazzale Michelangelo (Michelangelo Square)yang terkenal, dimana kita bisa menikmati kota Florence dari ketinggian, sebab letaknya di atas bukit. Di tengah piazzale terdapat patung Daud (David) karya Michelangelo terbuat dari tembaga.
Hari pertama di Florence kami habiskan untuk duduk-duduk menikmati kota dari Piazzale. Di dalam area camping tersedia mini market untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Udara bulan September cukup dingin di dalam tenda meskipun sudah memakai selimut tebal. Tidak tersedia colokan listrik didalam tenda. Jika ingin charge baterai, harus membayar eur 1 untuk 1 jam.
![]() |
| Piazzale Michelangelo, Firenze |
Selesai ritual pagi, kami membeli tiket bus untuk perjalanan pergi dan pulang ke camping. Dengan berbekal peta yang kami dapat dari camping, kami menjelajah kota Florence dimulai dari jembatan Ponte Vecchio (Old Bridge), yang merupakan peninggalan abad pertengahan, meski beberapa kali rusak karena banjir. Jembatan tidak dirusak oleh Jerman pada Perang Dunia kedua. Kami sempat melewati di beberapa tempat menarik:
- The Basilica di Santa Maria del Fiore (Basilica of Saint Mary of the Flower) atau disebut juga Il Duomo di Firenze, merupakan gereja kathedral di Florence, Italy.
- The Palazzo Vecchio (Old Palace) merupakan salah satu balai kota yang paling mengesankan di wilayah Tuscany.
- Patung David karya seni Michaelangelo setinggi lebih dari 5 meter terbuat dari marmer, di tempatkan di alun-alun Palazzo della Signoria, yang diresmikan tahun 1504.
- Santa Maria Novella, basilika pertama di kota Florence, terletak di seberang stasiun kereta Santa Maria Novella.
- The Basilica di Santa Croce (Basilica of the Holy Cross), gereja Fransiskan, terletak 800 meter sebelah tenggara the Duomo. Tempat dimakamkan beberapa orang Italy terkenal seperti Michelangelo, Galileo, Machiavelli, dan lainnya.
- Piazza della Signoria, alun-alun yang terletak tidak jauh dari Ponte Vecchio dan Piazza del Duomo.
- The Loggia dei Lanzi, dapat dikatakan galeri patung terbuka hasil karya seni era Renaissance termasuk the Medici lions.
- The Florence Baptistery (Battistero di San Giovanni),juga dikenal sebagai the Baptistry of Saint John. Berbentuk oktagon terletak diantara Piazza del Duomo dan Piazza di San Giovanni, di seberang Florence Cathedral. Dibagun antara tahun 1059 dan 1128.
![]() |
| Ponte Vecchio (Old Bridge) |
Makan malam kali ini kami mencoba makan pizza di negeri asalnya, pizza margaritha eur 5. Esok pagi perjalanan ke destinasi terakhir sebelum kembali ke tanah air, Roma.
Lokasi:
Firenze, Italia
2013/09/24
Lost in Venice
Venice/Venezia merupakan sebuah kota di bagian timur laut Italy. Seluruh kota berikut lagunanya terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia. Terdiri dari sekitar 118 pulau kecil yang dipisahkan oleh kanal dan terhubung dengan jembatan.
Kami sampai di Venice sekitar pukul 8.30 pagi dengan kereta malam dari Vienna.
Venice punya 2 stasiun kereta yaitu Metre yang merupakan stasiun kereta terakhir di Venezia daratan sebelum menyeberang ke pulau Venezia, dan stasiun Venezia Santa Lucia. Begitu sampai, terasa sekali bedanya dengan kota-kota Eropa yang kami kunjungi sebelumnya. Cuaca lebih panas, transportasi tidak senyaman Jerman dan Austria, susah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris.
Semula berniat untuk menitipkan tas, jalan-jalan baru ke tempat menginap, namun ternyata tidak ada loker otomatis seperti sebelumnya, tas hanya disimpan di rak-rak saja, harganyapun mahal eur 4 per 5 jam kemudian bertambah eur 0,6 per jam. Maka kami batalkan untuk titip dan langsung ke penginapan.
Seperti judul di atas, kami tersesat di Venezia dalam arti sesungguhnya. Ceritanya begini, kami tanya di tourist information bagaimana caranya menuju tempat kami menginap yaitu Camping Fusina Tourist Village, sebuah area perkemahan yang ternyata terletak di daratan utama Venesia, bukan di pulau. Kami diberitahu untuk naik bus nomor 6 lalu ganti nomor 16 di Rizzardi. Lalu kami membeli tiket untuk 24 jam eur 18, berlaku untuk bus dan water bus, belakangan baru tahu hanya berlaku di area Venezia, tidak berlaku di pulau lainnya. Ternyata karena hari minggu, bus 16 tidak beroperasi sedangkan bus 6 tidak berhenti di Rizzardi seperti yang diberitahukan. Supir bus tidak mengerti bahasa Inggris, jadi susah komunikasinya, tapi ganteng sih....hahahaha.....
Jadilah kami bolak-balik naik bus 6 itu, ternyata banyak rute 1 arah jadi rute pergi beda dengan rute pulang. Kami naik arah balik akhirnya sampai juga kami di Rizzardi. Kami harus ganti bus 10 sebagai ganti bus 16. Nah masalah belum selesai, kami kira nomor bus hanya digunakan untuk 1 jurusan, jadi kami naiklah ke bus nomor 10 tanpa membaca tujuannya. Setelah bolak-balik 3 kali, akhirnya kami diturunkan di area perumahan, katanya tinggal belok kiri sudah sampai. Setelah beberapa lama jalan kaki tidak ketemu juga, tidak banyak orang di luar rumah, sulit untuk mencari orang yang bisa ditanya.
Akhirnya ketemu cowok cakep yang baru mau masuk ke rumahnya, kami tanya bagaimana caranya ke Fusina, nah dia tidak paham bahasa Inggris, kami juga tidak mengerti bahasa Italia, waduh dia pusing kami juga ikutan pusing hahaha......Akhirnya dia antar kami ke halte tidak jauh dari rumahnya, dengan gerakan tangan dan bahasa Italia, kami menangkap bahwa kami harus naik bus nomor 10 tapi jurusan Fusina dari halte itu. Ternyata bus 10 itu hanya beroperasi hari libur saja dan jurusannya bisa beda-beda, pantesan.....
Setelah perjalanan panjang kami sampailah kami di Camping Fusina sekitar jam 13.30 setelah tersesat lebih dari 3 jam ;(
Camping Fusina terletak di depan halte bus. Kantornya di dekat pintu gerbang masuk, kami check in dan mendapat kabin untuk 2 orang, eur 13/orang ditambah tax 0,89 per orang. Area camping cukup besar, area kabin untuk tidur terpisah dengan kamar mandi, toilet dan area laundry (eur 4). Kabin cukup nyaman, 2 tempat tidur, 1 meja, 1 lemari, lampu baca dan ada colokan listrik, hanya kalau malam-malam ingin ke toilet harus keluar kabin dan jalan agak jauh, mana dingin lagi..... Kami mendapat pengalaman yang berbeda setelah sebelumnya menginap di hostel biasa.
Beginilah rupa Camping Fusina....
Selesai beres-beres, kami keluar kembali ke Venezia, karena hanya punya waktu hari itu saja, kami hanya menginap semalam. Besok pagi sudah harus ke Florence. Dari resepsionis, kami diberitahu lebih cepat naik boat menuju Venezia dibanding naik bus. Hari sudah sore, paling tidak kami harus mengunjungi Piaza San Marco yang terkenal.
Kami membeli di resepsionis, tiket boat Fusina - Venezia seharga eur 12 untuk dua kali naik. Tiket bisa digunakan untuk hari yang berbeda. Jadi kami berangkat menuju Venezia dengan bus, menggunakan tiket bus kami, kebetulan bus siap berangkat. Dari terminal bus tinggal jalan kaki menyusuri lorong-lorong jalan diantara kanal. Tidak jauh dari terminal banyak pedagang topeng Venezia yang terkenal, kami hanya foto-foto dan melihat-lihat saja. Harganya cukup mahal untuk kantong kami, kami hanya membeli yang berbentuk magnet saja dengan topeng kecil.
Perjalanan mencari Piaza San Marco merupakan pengalaman lain yang unik. Kita harus keluar masuk lorong-lorong kecil di antara kanal yang penuh dengan toko-toko dan rumah-rumah, kadang ada toko merek terkenal seperti Gucci, Salvatore Ferragamo, dll. Di dinding lorong banyak ditulis arah menuju San Marco, kami mengikuti arahnya, tapi sepertinya berputar-putar karena banyaknya petunjuk. Mungkin semua orang menaruh tanda panah supaya orang lewat hotelnya, ternyata banyak hotel bagus tapi sempit di dalam lorong. Akhirnya setelah hampir putus asa karena sudah semakin sore, ketemu juga Piaza San Marco dengan basilica dan clock tower-nya.
Setelah puas keliling-keliling, hari mulai gelap saat kami kembali ke camping Fusina dengan menggunakan boat sampai di dermaga depan penginapan. Untung masih keburu naik boat yang katanya sudah yang terakhir.
Esok paginya kami kembali ke Venezia menggunakan boat untuk melanjutkan perjalanan ke Florence......
Kami sampai di Venice sekitar pukul 8.30 pagi dengan kereta malam dari Vienna.
Venice punya 2 stasiun kereta yaitu Metre yang merupakan stasiun kereta terakhir di Venezia daratan sebelum menyeberang ke pulau Venezia, dan stasiun Venezia Santa Lucia. Begitu sampai, terasa sekali bedanya dengan kota-kota Eropa yang kami kunjungi sebelumnya. Cuaca lebih panas, transportasi tidak senyaman Jerman dan Austria, susah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris.
Semula berniat untuk menitipkan tas, jalan-jalan baru ke tempat menginap, namun ternyata tidak ada loker otomatis seperti sebelumnya, tas hanya disimpan di rak-rak saja, harganyapun mahal eur 4 per 5 jam kemudian bertambah eur 0,6 per jam. Maka kami batalkan untuk titip dan langsung ke penginapan.
Seperti judul di atas, kami tersesat di Venezia dalam arti sesungguhnya. Ceritanya begini, kami tanya di tourist information bagaimana caranya menuju tempat kami menginap yaitu Camping Fusina Tourist Village, sebuah area perkemahan yang ternyata terletak di daratan utama Venesia, bukan di pulau. Kami diberitahu untuk naik bus nomor 6 lalu ganti nomor 16 di Rizzardi. Lalu kami membeli tiket untuk 24 jam eur 18, berlaku untuk bus dan water bus, belakangan baru tahu hanya berlaku di area Venezia, tidak berlaku di pulau lainnya. Ternyata karena hari minggu, bus 16 tidak beroperasi sedangkan bus 6 tidak berhenti di Rizzardi seperti yang diberitahukan. Supir bus tidak mengerti bahasa Inggris, jadi susah komunikasinya, tapi ganteng sih....hahahaha.....
Jadilah kami bolak-balik naik bus 6 itu, ternyata banyak rute 1 arah jadi rute pergi beda dengan rute pulang. Kami naik arah balik akhirnya sampai juga kami di Rizzardi. Kami harus ganti bus 10 sebagai ganti bus 16. Nah masalah belum selesai, kami kira nomor bus hanya digunakan untuk 1 jurusan, jadi kami naiklah ke bus nomor 10 tanpa membaca tujuannya. Setelah bolak-balik 3 kali, akhirnya kami diturunkan di area perumahan, katanya tinggal belok kiri sudah sampai. Setelah beberapa lama jalan kaki tidak ketemu juga, tidak banyak orang di luar rumah, sulit untuk mencari orang yang bisa ditanya.
Akhirnya ketemu cowok cakep yang baru mau masuk ke rumahnya, kami tanya bagaimana caranya ke Fusina, nah dia tidak paham bahasa Inggris, kami juga tidak mengerti bahasa Italia, waduh dia pusing kami juga ikutan pusing hahaha......Akhirnya dia antar kami ke halte tidak jauh dari rumahnya, dengan gerakan tangan dan bahasa Italia, kami menangkap bahwa kami harus naik bus nomor 10 tapi jurusan Fusina dari halte itu. Ternyata bus 10 itu hanya beroperasi hari libur saja dan jurusannya bisa beda-beda, pantesan.....
Setelah perjalanan panjang kami sampailah kami di Camping Fusina sekitar jam 13.30 setelah tersesat lebih dari 3 jam ;(
Camping Fusina terletak di depan halte bus. Kantornya di dekat pintu gerbang masuk, kami check in dan mendapat kabin untuk 2 orang, eur 13/orang ditambah tax 0,89 per orang. Area camping cukup besar, area kabin untuk tidur terpisah dengan kamar mandi, toilet dan area laundry (eur 4). Kabin cukup nyaman, 2 tempat tidur, 1 meja, 1 lemari, lampu baca dan ada colokan listrik, hanya kalau malam-malam ingin ke toilet harus keluar kabin dan jalan agak jauh, mana dingin lagi..... Kami mendapat pengalaman yang berbeda setelah sebelumnya menginap di hostel biasa.
Beginilah rupa Camping Fusina....
Selesai beres-beres, kami keluar kembali ke Venezia, karena hanya punya waktu hari itu saja, kami hanya menginap semalam. Besok pagi sudah harus ke Florence. Dari resepsionis, kami diberitahu lebih cepat naik boat menuju Venezia dibanding naik bus. Hari sudah sore, paling tidak kami harus mengunjungi Piaza San Marco yang terkenal.
Kami membeli di resepsionis, tiket boat Fusina - Venezia seharga eur 12 untuk dua kali naik. Tiket bisa digunakan untuk hari yang berbeda. Jadi kami berangkat menuju Venezia dengan bus, menggunakan tiket bus kami, kebetulan bus siap berangkat. Dari terminal bus tinggal jalan kaki menyusuri lorong-lorong jalan diantara kanal. Tidak jauh dari terminal banyak pedagang topeng Venezia yang terkenal, kami hanya foto-foto dan melihat-lihat saja. Harganya cukup mahal untuk kantong kami, kami hanya membeli yang berbentuk magnet saja dengan topeng kecil.
Perjalanan mencari Piaza San Marco merupakan pengalaman lain yang unik. Kita harus keluar masuk lorong-lorong kecil di antara kanal yang penuh dengan toko-toko dan rumah-rumah, kadang ada toko merek terkenal seperti Gucci, Salvatore Ferragamo, dll. Di dinding lorong banyak ditulis arah menuju San Marco, kami mengikuti arahnya, tapi sepertinya berputar-putar karena banyaknya petunjuk. Mungkin semua orang menaruh tanda panah supaya orang lewat hotelnya, ternyata banyak hotel bagus tapi sempit di dalam lorong. Akhirnya setelah hampir putus asa karena sudah semakin sore, ketemu juga Piaza San Marco dengan basilica dan clock tower-nya.
Setelah puas keliling-keliling, hari mulai gelap saat kami kembali ke camping Fusina dengan menggunakan boat sampai di dermaga depan penginapan. Untung masih keburu naik boat yang katanya sudah yang terakhir.
Esok paginya kami kembali ke Venezia menggunakan boat untuk melanjutkan perjalanan ke Florence......
Lokasi:
Venesia, Italia
2013/09/23
Enjoy Vienna, Austria (2)
Hari ke-2 setelah sarapan di hostel, kami menuju kawasan theater, museum dan istana, kami turun di stasiun Volkstheater. Berikut foto-foto perjalanan kami.
Vienna merupakan tempat asal pelukis Gustav Klimt yang terkenal dengan lukisannya berjudul The Kiss (1908). Saat ini lukisan disimpan di Österreichische Galerie Belvedere dan banyak dibuat menjadi berbagai macam suvenir. Saya pernah melihat replikanya di Hotel Tugu, Malang.
Ada hal menarik berkaitan dengan "Kiss" ini, baru-baru ini di Vienna memberlakukan denda sebesar eur 50, untuk berciuman, berbicara keras di ponsel dan membawa makanan berbau di transportasi umum, setelah mendapat banyak komplain dari masyarakat.
Hari ke-3 setelah check out, kami menuju Wien Westbahnhoft untuk menitipkan tas kami karena kami akan naik kereta malam menuju Venice. Locker otomatis untuk 24 jam, ukuran kecil eur 2, sedang eur 2,5 dan besar eur 3,5. Kami memakai ukuran sedang untuk berdua. Kami jalan-jalan sekitar stasiun sampai sore. Melewati sungai, pasar, taman, gedung parlemen, kebetulan di taman sedang ada sport competition, memberikan pemandangan yang berbeda. Ini beberapa fotonya.
Kereta kami berangkat pukul 20.40 sampai di Venice pukul 8.30 esok paginya. Kereta melewati Salzburg dan berhenti cukup lama sekitar 2 jam. Ternyata tempat duduk yang berhadapan bisa ditarik dan disatukan menjadi tempat tidur, kami baru tahu setelah melihat orang di sebelah kami melakukannya hahahaha.....
Vienna merupakan tempat asal pelukis Gustav Klimt yang terkenal dengan lukisannya berjudul The Kiss (1908). Saat ini lukisan disimpan di Österreichische Galerie Belvedere dan banyak dibuat menjadi berbagai macam suvenir. Saya pernah melihat replikanya di Hotel Tugu, Malang.
Ada hal menarik berkaitan dengan "Kiss" ini, baru-baru ini di Vienna memberlakukan denda sebesar eur 50, untuk berciuman, berbicara keras di ponsel dan membawa makanan berbau di transportasi umum, setelah mendapat banyak komplain dari masyarakat.
![]() |
| The Kiss by Gustav Klimt |
Kereta kami berangkat pukul 20.40 sampai di Venice pukul 8.30 esok paginya. Kereta melewati Salzburg dan berhenti cukup lama sekitar 2 jam. Ternyata tempat duduk yang berhadapan bisa ditarik dan disatukan menjadi tempat tidur, kami baru tahu setelah melihat orang di sebelah kami melakukannya hahahaha.....
Lokasi:
Wina, Austria
Enjoy Vienna, Austria (1)
Vienna/Wien/Wina adalah ibu kota Austria, destinasi kami setelah Salzburg. Dengan menggunakan Eurail pass dari Salzburg kami naik OBB railjet yang ditempuh dalam waktu 2 jam 45 menit. Kami turun di Wien Westbahnhoft, pukul 12.45.
Kebetulan di stasiun ada yang jual nasi dan mi goreng, kami sudah kangen makan nasi, jadi makan siang dulu di stasiun, harga eur 1,9 untuk nasi ataupun mie goreng. Memang rasanya tidak seperti yang kami harapkan, hampir tidak ada rasa malahan, untung kami bawa sambel andalan dari rumah ;p jadi lumayanlah....
Selesai makan siang, kami memesan tempat duduk di kereta malam menuju Venice untuk lusa, eur 7 untuk kabin isi 8 orang. Lalu beli tiket transportasi umum eur 5,7 untuk 24 jam. Tiket dapat dibeli di mesin atau di toko/warung.
Transportasi menuju hostel kami, Palace Hostel Schlossherberge cukup mudah. Naik kereta jalur U3 turun di stasiun terakhir Ottakring lalu ganti naik bus 46B atau 146B, turun di halte depan hostel.
Hostel kami berada di atas bukit, sepanjang jalan menuju hostel banyak pohon chestnut, banyak yang jatuh, di belakang hostel ada kebun anggur dengan pemandangan kota Viena.
Kami ambil kamar dorm isi 4 orang, namun kami beruntung selama 2 malam hanya kami berdua yang mengisinya. Kami diberi sprei dan sarung bantal yang harus kami pasang sendiri, dan waktu check out harus kami serahkan lagi di resepsionis. Kali ini hostel termasuk breakfast, eur 23,20/orang/malam.
Hari sudah sore, kami disarankan untuk jalan-jalan di sekitar Stephenplatz. Banyak bangunan menarik, seniman jalanan, ada juga kereta kuda untuk keliling, patung dimana-mana. Ini beberapa foto yang sempat kami ambil.
Demikian hari pertama kami menikmati Vienna.
Bersambung.....
Kebetulan di stasiun ada yang jual nasi dan mi goreng, kami sudah kangen makan nasi, jadi makan siang dulu di stasiun, harga eur 1,9 untuk nasi ataupun mie goreng. Memang rasanya tidak seperti yang kami harapkan, hampir tidak ada rasa malahan, untung kami bawa sambel andalan dari rumah ;p jadi lumayanlah....
Selesai makan siang, kami memesan tempat duduk di kereta malam menuju Venice untuk lusa, eur 7 untuk kabin isi 8 orang. Lalu beli tiket transportasi umum eur 5,7 untuk 24 jam. Tiket dapat dibeli di mesin atau di toko/warung.
Transportasi menuju hostel kami, Palace Hostel Schlossherberge cukup mudah. Naik kereta jalur U3 turun di stasiun terakhir Ottakring lalu ganti naik bus 46B atau 146B, turun di halte depan hostel.
Hostel kami berada di atas bukit, sepanjang jalan menuju hostel banyak pohon chestnut, banyak yang jatuh, di belakang hostel ada kebun anggur dengan pemandangan kota Viena.
Kami ambil kamar dorm isi 4 orang, namun kami beruntung selama 2 malam hanya kami berdua yang mengisinya. Kami diberi sprei dan sarung bantal yang harus kami pasang sendiri, dan waktu check out harus kami serahkan lagi di resepsionis. Kali ini hostel termasuk breakfast, eur 23,20/orang/malam.
Hari sudah sore, kami disarankan untuk jalan-jalan di sekitar Stephenplatz. Banyak bangunan menarik, seniman jalanan, ada juga kereta kuda untuk keliling, patung dimana-mana. Ini beberapa foto yang sempat kami ambil.
Demikian hari pertama kami menikmati Vienna.
Bersambung.....
Lokasi:
Wina, Austria
2013/09/19
Visiting Salzburg, Austria
Salzburg menjadi destinasi ke-3 trip Eropa kami, setelah Berlin. Kami menginap 2 malam di Meininger Hotel Salzburg City Center di kamar dorm untuk 10 orang, eur 15,50 per malam/orang dengan kamar mandi di dalam.
Kami sampai dengan kereta dari Munich sekitar jam 11 siang. Stasiun kereta dan terminal bus ternyata 1 lokasi. Kami membeli tiket transportasi 24 jam seharga eur 4,25 masing-masing membeli 2 lembar, kami akan berada di Salzburg 3 hari 2 malam. Lalu kami membeli paket tur ke Eagle's Nest untuk esok pagi.
Kami naik bus menuju ke hotel. Kota Salzburg sangat cantik, namun kabel-kabel tram yang melintang di atas kota sangat mengganggu pemandangan, tapi mau bagaimana lagi. Selama di Salzburg kami menggunakan bus dan tram, serta jalan kaki tentunya.
Sampai di hotel karena belum waktu check in, kami membayar hotel dan menitipkan tas kami. Ternyata ada tambahan biaya tax di luar harga booking eur 1,9/orang. Beres urusan administrasi, kami naik bus menuju kawasan kota tua salzburg.
Kawasan kota tua sangat cantik, banyak lukisan dan patung-patung di sepanjang jalan. Ada jalan kecil penuh dengan toko-toko, kita bisa menemukan Mozart chocolate di sini. Kami menemukan rumah kelahiran Mozart yang dijadikan museum. Kami jalan kaki sambil menikmati pemandangan gunung, sungai Salzach, hutan, bangunan kuno.
Sebelum kembali ke hotel, kami mampir di Mirabell park & garden, salah satu tempat shooting film Sound 0f Music. Taman ini bergaya Baroque. Anda akan melihatpatung-patung dewa romawi seperti Diana, Flora, Minerva, Ceres, Pomona, Venus, Vesta, Juno, Chronos, Bacchus, Jupiter, Mars, Hercules, Vulcan, Hermes, Apollo. Di tengah taman terdapat air mancur besar dikelilingi patung.
Hari kedua kami mengikuti tur Eagle's Nest sampai sekitar jam 2 siang. Kami dijemput dari hotel dengan bus kecil, lalu ganti bus besar menuju Eagle's Nest sampai di tempat parkir yang disediakan. Di tempat parkir naik bus khusus menuju Eagle's Nest, bus jalan setiap 25 menit. Cerita mengenai Eagle's Nest baca disini.
Selesai tur kami jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke hotel. Esok paginya kami menuju kota berikutnya, Vienna dengan Eurail pass.
Kami sampai dengan kereta dari Munich sekitar jam 11 siang. Stasiun kereta dan terminal bus ternyata 1 lokasi. Kami membeli tiket transportasi 24 jam seharga eur 4,25 masing-masing membeli 2 lembar, kami akan berada di Salzburg 3 hari 2 malam. Lalu kami membeli paket tur ke Eagle's Nest untuk esok pagi.
Kami naik bus menuju ke hotel. Kota Salzburg sangat cantik, namun kabel-kabel tram yang melintang di atas kota sangat mengganggu pemandangan, tapi mau bagaimana lagi. Selama di Salzburg kami menggunakan bus dan tram, serta jalan kaki tentunya.
Sampai di hotel karena belum waktu check in, kami membayar hotel dan menitipkan tas kami. Ternyata ada tambahan biaya tax di luar harga booking eur 1,9/orang. Beres urusan administrasi, kami naik bus menuju kawasan kota tua salzburg.
Kawasan kota tua sangat cantik, banyak lukisan dan patung-patung di sepanjang jalan. Ada jalan kecil penuh dengan toko-toko, kita bisa menemukan Mozart chocolate di sini. Kami menemukan rumah kelahiran Mozart yang dijadikan museum. Kami jalan kaki sambil menikmati pemandangan gunung, sungai Salzach, hutan, bangunan kuno.
Sebelum kembali ke hotel, kami mampir di Mirabell park & garden, salah satu tempat shooting film Sound 0f Music. Taman ini bergaya Baroque. Anda akan melihatpatung-patung dewa romawi seperti Diana, Flora, Minerva, Ceres, Pomona, Venus, Vesta, Juno, Chronos, Bacchus, Jupiter, Mars, Hercules, Vulcan, Hermes, Apollo. Di tengah taman terdapat air mancur besar dikelilingi patung.
Hari kedua kami mengikuti tur Eagle's Nest sampai sekitar jam 2 siang. Kami dijemput dari hotel dengan bus kecil, lalu ganti bus besar menuju Eagle's Nest sampai di tempat parkir yang disediakan. Di tempat parkir naik bus khusus menuju Eagle's Nest, bus jalan setiap 25 menit. Cerita mengenai Eagle's Nest baca disini.
Selesai tur kami jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke hotel. Esok paginya kami menuju kota berikutnya, Vienna dengan Eurail pass.
Lokasi:
Salzburg, Austria
Langganan:
Postingan (Atom)


















































