2013/06/05

Istanbul in 3 days

Bus dari Canakkale sampai di Istanbul sekitar jam 5 pagi, hari masih gelap. Kami bilang ke kondektur kalau kami mau ke Sultanahmed. Kami di oper ke bus lain, diantar sampai di terminal Metro. Dari terminal Metro kami naik minibus jurusan Aksaray, ternyata tidak perlu bayar lagi.

Aksaray merupakan interchange Metro dengan tram. Kami bingung harus kemana, akhirnya tanya ke penjaga toko, diberitahu untuk menyeberang ke jalur tram, dan beli tiketnya di situ juga. Tiket tram jauh dekat TL3, selama tidak keluar dari halte tidak perlu bayar lagi. Tiket beli di mesin Jetonmatic, bentuknya seperti koin. Kami turun di stasiun Sultanahmed.

Subrosa tempat kami menginap susah dicarinya, setelah muter2 tanya orang tidak ada yang tahu letaknya. Akhirnya ketemu, ternyata bukan hotel melainkan apatemen. bangunannya sudah tua, dengan tangga lingkar, kami dapat di lantai 3. Karena kamar kami masih ada penghuninya, kami tidak bisa masuk. Tas kami titip, kami keluar cari sarapan.
Kami sarapan di Mc D yg pelayanannya buruk sekali, teman saya pesan paket sarapan, saya pesan Turkish Coffe di Mc Caffe. Selesai sarapan kami foto2 sekitar obelix, jarang2 lho dapat foto tanpa banyak orang sliweran. Blue Mosque baru buka jam 9, jadi foto2 di luarnya saja.

Selama di Istanbul kami mengunjungi:
  1. Basilica Cistern (TL10) yang merupakan terowongan air kuno yang terletak di bawah kota Istanbul, di dalamnya terdapat 2 tiang dengan kepala Medusa. Tempat ini pernah jadi lokasi shooting film James Bond 'from Rusia with love' dan video game Assassin's Creed: Revelations. Dibangun pada abad ke-6, terletak 150 meter dari Hagia Sophia.
  2. Istana Topkapi (TL25), tempat kediaman para sultan Ottoman sekama 400 tahun. Koleksinya top banget, masih terawat dan lengkap. 
  3. Harlem (di dalam Topkapi) tapi harus bayar lagi (TL15), sudah banyak yg rusak, tidak sebagus Topkapi. Harlem merupakan rumah bagi ibu Sultan, istri, gundik dan keluarga Sultan, memiliki lebih dari 400 kamar. Saat kami datang, sebagian sedang di renovasi.
  4. Hagia Sophia (TL25),dengan arsitektur Bizantium, pernah menjadi gereja orthodox, kemudian diubah menjadi mesjid pada masa ottoman dan sekarang berfungsi sebagai museum.
  5. Sultan Ahmed Mosque (gratis), dibagun 1609-1616 dalam pemerintahan Sultan Ahmed I. Dikenal dengan Blue Mosque karena warna biru dari keramik yang menghias dinding interiornya. Saat ini masih digunakan sebagai mesjid. Arsitekturnya islam klasik dengan elemen Bizantium.
  6. Spice bazaar, pusat perdagangan rempah-rempah dan banyak lainnya. Bangunannya merupakan bagian dari New Mosque, dengan toko-toko yang disewakan untuk membantu membiayai pemeliharaan mesjid. 
  7. Grand Bazaar, merupakan salah satu pasar tertutup yang terbesar dan tertua di dunia. Grand bazaar terdapat pada adegan pembuka di Skyfall, salah satu film James Bond.
  8. Obelisk of Theodosius di area hippodrome Istanbul, merupakan obelisk Mesir kuno dari Firaun Tutmoses III yang didirikan kembali oleh kaisar Romawi Theodosius I pada abad ke 4.
  9. Whirling dervish di Hodja Pasha (TL60)
  10. Selat Bosphorus, selat di laut Marmara yang memisahkan antara Eropa dan Asia. Sayang tidak sempat ikut cruise-nya.
Kami tidak sempat mengunjungi Istanbul Archaeological Museum yg letaknya berdekatan dg Topkapi.
 
Selama di Istanbul kami jalan kaki, hanya sekali kami naik Tram untuk nonton Whirling Dervish di Hodja Pasha karena ketiduran dan waktunya sudah mepet dan sekali lagi waktu ke bandara untuk pulang.
 
Kami menemukan resto yang jual nasi ayam (Tavuk Pilav) ayamnya disuwir2, nasinya lebih banyak dari biasanya dan enak. Teman saya suka sekali, hingga 3 hari berturut2 makan di situ. Letaknya masuk ke gang depan halte tram Cemberlitas (1 stasiun dari Sultanahmed). Di depan resto itu ada minimarket yg murah, air 1,5 l hanya TL0,48. Kami beli oleh2 di situ teh, kopi, apricot kering, kacang campur. Selain beli di Spice bazar.
 
Money changer di daerah Sirkeci ratenya lebih bagus, kami dapat TL1,8 untuk 1$ tanpa komisi.
 
Untuk ke Bandara dari Sultanahmed naik Tram kemudian ganti Metro, masing2 TL3.
 
Kami pulang ke Jakarta dengan Qatar transit di Doha.
 
Hagia Sophia

Inside Hagia Sophia

Inside Hagia Sophia

Basilica Cistern

Blue Mosque

Bosphorus Strait

Medusa Head Column

Obelisk of Theodosius

Part of Topkapi Palace

Turkish coffe's seller

Tulips in March
 

Troy - Canakkale

Pagi-pagi setelah sarapan, kami ke old otogar. Karena kami sudah punya tiket bus Truva (TL30)dari Bergama ke Canakkale, maka diperbolehkan numpang minibus Anadolu sampai main otogar. Kami diantar sampai ke konter Anadolu untuk lapor bahwa kami sudah sampai. Petugas yg jaga sepertinya telpon menghubungi Truva untuk memberitahu bahwa harus jemput kami di depan pom bensin. Pom bensin, sekitar 300 m dari terminal. Kami menunggu hampir 30 menit sebelum busnya datang, mana dingin brrrrr.

Bus Truva besar dan nyaman, ada koneksi wifi di dalamnya. Sepanjang perjalanan cukup menarik, jalan berkelok kelok turun naik. Dibagikan minum, teh, kopi, air dan sebungkus kue bolu. Kami tunjukkan peta, kami bilang mau turun dimana ada Trojan horse. Sepertinya kondekturnya mengerti, karena dia sampaikan ke supir. Sampai di otogar Canakkale, kondekturnya bilang untuk tidak turun. Sampai di feriboat (pelabuhan), kami diminta turun. Rupanya bus akan naik feri untuk terus lanjut ke Istanbul. Bergama – Canakkale ditempuh sekitar 4,5 jam, kami sampai sekitar jam 14:00.

Kami agak bingung mau kemana, keluar dari pelabuhan kami lihat tourist information office. Jadi kami tanya bagaimana caranya ke Troy. Lokasi Troy agak jauh dari kota Canakkale. Kami harus jalan kaki melewati 2 setopan (traffic light) trus belok ke kanan untuk bisa naik dolmus ke Troy.

Terminal dolmus ada di bawah jembatan dan ada jam keberangkatannya. Dari Canakkale ke Troy: 7:15, 9:30, 10:30, terus setiap jam sampai 16:30 (musim panas sampai jam 19:00) sedangkan dari Troy ke Canakkale dari jam 7 setiap jam sampai terakhir jam 17:00. Kami mengejar dolmus jam 14:30 untuk kembali jam 17:00.

Sebelum ke Troy kami beli dulu tiket bus Metro ke Istanbul (TL50) untuk jam 23:00, kami diminta untuk datang paling lambat 22:30 untuk diangkut dengan minibus ke otogar. Dari otogar baru naik bus besar ke Istanbul. Canakkale-Istanbul ditempuh dlm 6 jam. Tas kami titipkan di kantor Metro.

Perjalanan ke Troy sekitar 45 menit. Dolmus berhenti di depan pintu masuk Troy. Tiket masuk TL15. Penjual tiket bilang, Kuda Troya nya sedang direnovasi (lagi ;( jadi tidak bisa dilihat. Dia tanya apa kami tetap mau masuk. Sudah sampai di situ masa gak masuk ya...... Tapi baik juga sudah menginformasikan, jadi gak bisa ngomel lagi. Si kuda ditutup dengan kain hitam, jadi tidak bs dilihat sama sekali bentuknya, tapi saya masukkan gambar yang saya dapat dari internet.

Trojan Horse @Troy
 
Throne of Troy
 
Logo of Troy
Troy sebagian besar berupa reruntuhan, meskipun ada yg sedang direstorasi. Saya membayangkan kejadian penyerangan seperti yg digambarkan pada film Troy-nya Brad Pitt. Konon kabarnya Trojan horse yang digunakan untuk shooting di film Troy, dikirim ke Canakkale oleh Brad Pitt sebagai tanda terima kasih, dan di tempatkan di pantai dekat pelabuhan.

 
Trojan Horse-nya Brad Pitt


Map of Troy

Part of Troy nowadays

Canakkale
Trojan Horse-nya Brad Pitt @Canakkale
Kota Canakkale merupakan kota pelabuhan, terletak di tepi selat yang menghubungkan laut Aegean dengan Laut Marmara, yang memisahkan Eropa dari Asia. Banyak feri dan kapal dari Eropa yang berlabuh di sini.

Selesai foto2 kami cari makan dan menemukan warung yang cukup murah. teman saya makan nasi, sup lentil dan semur daging hanya TL5.

Capek keliling2 kami menunggu di kantor Metro. sekitar jam 9 malam kami naik shuttle bus Metro ke otogar. Bus berangkat dari otogar ternyata naik fery di pelabuhan yang sama.

Pergamum - Pergamon - Bergama

Ketiga nama di atas merupakan nama untuk kota yang sama, namun pada era yang berbeda. Pergamum, nama pada era Yunani kuno. Pergamon, nama romawi kuno,
sedangkan Bergama adalah nama saat ini, dimana masih terdapat situs-situs arkeologi pada masa itu.

Dari Selcuk menuju Bergama harus melalui Izmir dahulu, yang ditempuh dalam 1 jam (TL9). Izmir-Bergama 2 jam (TL10), sampai di Bergama sekitar jam 12 siang. Kami turun di Old Otogar, terminalnya kecil di area kota tua yang ternyata merupakan pusat kota Bergama.

Kami menginap di Citi Hostel yg lokasinya di belakang hamam, sekamar berdua TL60, kali ini tidak berhasil nawar hehehe.
Pemiliknya sangat helpful, dan memberitahu kami cara menuju obyek yang mau kami lihat. Semua bisa ditempuh dengan jalan kaki, jangan mau dibohongi sama supir taxi. Sebelum pergi kami dijamu dengan teh Turki, menurut saya teh Indo lebih enak. Kami pun dipinjami peta Bergama.

Mengikuti petunjuk yg diberikan, kami jalan kaki menuju Red Basilica yg ternyata sedang direnovasi (lagi...lagi) dan memutuskan tidak masuk, hanya foto2 di depannya.


Red Basilica @Bergama

Red Basilica dibangun pada awal abad kedua, sebagai sebuah kuil dewa Mesir, Serapis. Namum sekitar abad ke-4 diubah menjadi gereja Bizantium. Hancur oleh serangan Arab sekitar tahun 716-717.

Lanjut ke Akropolis yang lokasinya agak menanjak. Untuk ke Akropolis harus naik cable car terlebih dahulu (TL10 return). Turun dari cable car harus beli tiket masuk Akropolis TL20. Akropolis campuran antara yunani dan romawi, sebagian besar berupa reruntuhan, beberapa tiang masih dalam kondisi bagus, dan lorong di bawah bekas istana, masih dalam kondisi bagus.

Yang spektakuler adalah theater yg dibangun di lereng gunung dengan pemandangan langsung ke kota Bergama, saya membayangkan bagaimana sulitnya pembangunannya, kalau kepleset wah.....bisa babak belur tuh, mana angin kencang sekali.

Akropolis

Theater & city of Bergama

Akropolis


Dahulu di sini terdapat:
  • Temple of Athena
  • Temple of Trajan
  • Theater of Pergamon yang merupakan salah satu teater paling curam di dunia dengan kapasitas 10.000 orang.
  • Library of Pergamon dengan 200.000 naskah, terletak di utara alun-alun. Konon kabarnya buku-buku tersebut merupakan hadiah pernikahan dari Antonius kepada Cleopatra.
  • Zeus Altar yang sekarang berada di Pergamon Museum, Berlin.
  • Temple of Dyonisus, dewa anggur Yunani kuno.
  • Kompleks istana
  • Kompleks permandian romawi
  • Agora (pasar) 
Selesai berkeliling dan foto-foto, kami turun dengan cable car lagi.
 
Kami harus cari tiket untuk ke Canakkale besok, jadi mampir ke terminal. Repotnya tidak ada yg bisa berbahasa Inggris, akhirnya kami dapat info kalau hanya bus Metro yg ke Canakkale jam 11.30. Bergama - Canakkale ditempuh dalam 4 jam dan kami tidak ada rencana meginap di Canakkale, jadi tidak bisa naik Metro. Perlu cari bus yg lebih pagi, hanya bingung bagaimana. Ternyata Bergama punya otogar lain lagi yg ada di pinggir kota, sekitar 7 km dari old otogar. Biasanya ada free shuttle bus ke sana, hanya karena sudah sore bus sudah tidak ada.
 
Kami coba tanya ke anak sekolah, siapa tahu bisa berbahasa Inggris, rupanya tidak bisa juga. Namum mereka mau membantu, sampai komunikasi menggunakan google translate ;p kami di bawa ke pos polisi, ternyata tidak membantu juga. Info yg kami perlu tidak bisa didapat.
 
Akhirnya kami memutuskan untuk cari makan dulu, ketemu resto yg jual nasi. Saya pesan nasi dg sup ayam TL10, enak hanya kuahnya tidak banyak dan agak kental, diberi roti dan salad gratis.
 
Sebenarnya ada 2 obyek lagi (museum & Asklepion) tapi karena tutup jam 16, sudah tidak keburu lagi.
 
Kami kembali ke penginapan, masih belum tahu bagaimana besok ke Canakkale. Teman saya keluar lagi, berusaha cari info dr orang yg lewat, akhirnya ada juga yg menawarkan bantuan. Tidak kira2 bantuinnya, dibawa ke rumah temannya yg punya pension, dicarikan info bus apa yg berangkat pagi dengan telpon ke sana sini akhirnya diantar dengan mobil ke main otogar. Disana dapat tiket bus ke Canakkale dengan Truva tetapi dijual melalui agen bus Anadolu, mungkin ada kerjasama. Hanya saja bus Truva tidak masuk ke terminal, kami harus tunggu di pinggir jalan depan pom bensin. Kami akan diantar ke main otogar dari old otogar, paling lambat 8.30.
 
Kami sungguh beruntung dengan bantuan bapak itu. Kalo tidak dibantu, rencana kami bisa berantakan. Dengan bus metro kami harus menginap di Canakkale, padahal kami sudah book untuk penginapan di Istanbul.
 
Saran saya kalau bisa jangan menginap di Bergama, lebih baik menginap di Izmir yang lebih banyak pilihan transportasinya. Bus Bergama-Izmir ada sampai jam 7 malam.
 
Oh ya, Citi Hotel tidak rekomen untuk tinggal pada musim dingin, karena pemanas yg disediakan hanya pemanas portable kecil, tidak cukup panas meskipun sudah tidur dengan 2 selimut. Pemanasnya ditempatkan di lantai sehingga agak bahaya kalau tidak sengaja bantal atau selimut jatuh, bisa2 kebakaran.

Agar bisa membayangkan, saya carikan peta Bergama dan peta Akropolis dari internet.

Peta Akropolis


Peta Bergama



2013/06/04

Sirince, Greek Village in Turkey

Sesampai di terminal, kami makan siang sekitar terminal, banyak café, resto saya pilih nasi dengan sate domba TL10 dan minum fresh orange TL3. Kami sempat bertanya ke orang yg melayani kami kebetulan bisa bahasa Inggris, kenapa pohon jeruk yg banyak di pinggir jalan tidak ada yg petik, apa tidak boleh? dia bilang itu bukan jeruk, bentuknya memang sama tapi tidak bisa dimakan karena pahit. Padahal kalau dilihat, sangat menggoda untuk dimakan, warna orange Sunkist.

 
This is not orange!


Selesai makan kami kembali ke terminal dan memutuskan untuk ke Sirince yaitu desa yunani (Greek village) bentuk rumah2 nya model Yunani dengan banyak jendela besar2. Kami naik dolmus (TL3). Desa ini banyak orang2 santai di warung2 kopi dan di pasarnya banyak yg jual produk dari zaitun dari sabun, lotion dsb. Memang banyak kebun zaitun di desa itu. Ibu2 menjual hasil rajutannya dan mahkota yg dirangkai dari bunga.

Sirince berarti ‘menyenangkan’ adalah sebuah desa dari 600 penduduk terletak sekitar 6 kilometer timur kota Selçuk. Sebagian besar yang terlihat saat ini dari abad ke-19. Desa yang terletak di puncak gunung. Sepanjang perjalanan menuju ke sana, kita dapat menikmati kebun anggur dan pohon peach yang mengesankan. Sirince terkenal juga dengan produksi anggurnya.

Orang-orang yang percaya pada prediksi kalender Maya bahwa dunia akan berakhir pada 21 Desember 2012 lalu, datang membanjiri Sirince, mereka percaya bahwa tempat itu memiliki energi positif sesuai dengan hari kiamat, dimana dekat dengan lokasi Bunda Maria naik ke surga.

Sirince - Greek village

Hangout @ Coffe shop

Not from China ;p

Setelah keling2 kami kembali dg dolmus lagi ke terminal. Teman saya perlu tukar uang lagi, jadi kami cari Bank sekitar terminal dan menemukan Ziraat Bankasi yang memberikan rate bagus tanpa dipotong komisi 1$=TL1,7878.

Ephesus - Library of Celcus

Untuk mengunjungi Ephesus, ada 3 kota pilihan untuk menginap, yaitu Izmir (Smyrna) yang mempunyai airport, Kusadasi yang merupakan kota pantai di tepi laut Aegean dan Selcuk yang terdekat dengan Ephesus, didominasi oleh bukit Ayasoluk. Kami pilih menginap di Selcuk.

Setelah sarapan, kami ke terminal untuk naik dolmus ke Ephesus yang ternyata tidak jauh, hanya sekitar 2 km saja, tarif TL2,5. Bisa jalan kaki kalau mau. Dolmus berhenti di depan pintu masuk. Tiket masuk Ephesus TL 25. kompleks lumayan luas tapi tidak seluas Hierapolis. Terlihat Coloseum/amphitheater yang sedang direnovasi, beberapa runtuhan gereja, dan yang masih berdiri tegak Library of Celsus yang terkenal. 

Library of Celcus sebenarnya merupakan sebuah makam dan kuil yang dibangun untuk menghormati seorang senator Roma bernama Gaius Julius Celcus Polemaeanus. Makamnya berada di bawah perpustakaan, yang tidak lazim ya....

Konon kabarnya dahulu merupakan perpustakaan yang cukup lengkap (sekitar 12 ribu naskah) selain Library of Pergamon (200 ribu naskah) dan Library of Alexandria (400 ribu naskah).

Library of Celsus @Ephesus
 
Roman Theather

Othordox ceremony @Ephesus

Ephesus
map of ancient Ephesus

Yang masih utuh tiang2 pintu masuknya, sudah tidak ada atapnya. namun masih terpelihara dg baik. Terdapat pula theather yang lebih kecil menjelang pintu keluar/masuk yg satu lagi. Di pintu keluar ini tidak ada kendaraan umum, hanya ada taxi, jadi kami jalan balik ke pintu masuk semula untuk naik dolmus. Matahari sedang keluar, panas sekali, jadi kami memutuskan pulang naik dolmus saja.

Selcuk, Turkey

Setelah sarapan kami check out dari hotel dan menunggu dolmus ke Denizli di depan rumah makan tempat kami makan kemarin. Kami harus sudah sampai di Denizli sebelum jam 10. Kami naik bus Pamukkale, tiket TL22 jam 10 pagi. 

Denizli-Selcuk ditempuh dalam 4 jam. Sampai di Selcuk sekitar jam 2 siang. Selcuk kota kecil yang semua orang mau tahu urusan orang lain atau ramah mungkin ya.... banyak orang yg nyapa dan menawarkan angkutan. Kami buru2 keluar dari terminal yg sepertinya di tengah kota. Banyak bapak2, kakek2 duduk2 di kursi taman di pinggir jalan. Sepertinya kota pensiunan, tempatnya orang menikmati hidup ;D.

Sambil jalan kami cari penginapan, akhirnya dapat di ANZ guesthouse 1 kamar berdua TL65 setelah nawar seperti biasa. Kamarnya kecil sekali tapi hangat, dengan kamar mandi dalam. Sebenarnya kami berencana nginap di Canberra tapi gak ketemu, belakangan baru lihat ternyata ada di seberang jalan.


Selcuk

Selcuk

Kami menginap di Selcuk 2 malam, target kami hari ini lihat St John Basilica, Isa bay mosque dan temple of Artemis. Ternyata lokasinya dekat dg ANZ, kami jalan kaki kesana. Harus buru2 karena jam 5 sore sudah tutup. Tiket masuk basilica TL8, sedangkan Isa bay dan Artemis gratis.

 St John Basilica dibagun oleh Justinian I pada abad 6, didirikan di atas situs yang dipercaya sebagai makam Rasul Yohanes (murid termuda Yesus). Ada tulisan bahwa dulu Yohanes dari Yerusalem menuju ke Efesus dimana ia tinggal selama sisa hidupnya, namun sempat diasingkan ke Pulau Patmos, tempat ia menulis kitab Wahyu. Saat ini hanya tersisa beberapa tiang2 yang masih kokoh berdiri, dan makam dari rasul Yohanes hanya berupa batu kotak saja.

Diyakini Yohanes juga membawa Maria, Ibu Yesus, maka di Selcuk ada rumah yang dipercaya bekas rumah Maria (House of Virgin Mary), sekarang digunakan untuk kapel. Paus Benedict XVI pernah berkunjung pada tahun 2006. Kami tidak ke sana karena jaraknya agak jauh sekitar 10 km naik ke gunung Koressos dan tidak ada kendaraan umum, harus naik taxi yang menurut informasi sekitar TL50. 
Basilica St. John
Dari basilica terlihat ada kastil di puncak bukit tapi sedang direnovasi jadi tidak boleh masuk, tapi kami masih bisa foto2 dari basilica. Dari basilica terlihat mesjid Isa bay yang ada di bawahnya. 

Dari basilica, lanjut ke Isa Bay, tidak terlalu istimewa. Lalu kami ke temple of Artemis, yang ternyata hanya tinggal 1 tiang besar saja yg masih berdiri, sekitarnya hanya reruntuhan.

Temple of Artemis didedikasikan untuk dewi perburuan dan alam liar Yunani, Artemis yang dikenal juga sebagai Diana. Dahulu termasuk dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno, bersama sama dengan Piramida Giza, Taman Gantung Balylon, Patung Zeus di Olympia.
Current Temple of Artemis

Original Temple of Artemis
Kami keliling sekitar terminal cari makan, akhirnya memutuskan untuk makan kebab (TL3), yang ternyata kurang enak karena terlalu asin. Selesai makan kami balik ke ANZ. Karena tinggal 2 malam, kami sempatkan cuci baju, dg pemanas ruangan pagi2 sudah kering. 

2013/06/03

Pamukkale - Hierapolis


Pamukkale berarti ‘cotton castle’ dalam bahasa Turki, karena kolam dan teras-teras dari lapisan kalsium karbonat putih dan sumber mata air panas yang mengalir yang dipercaya dapat menyembuhkan. Terletak dalam satu area terdapat Hierapolis yang dalam bahasa Yunani kuno berarti Holy city, saat ini berupa reruntuhan kota kuno, dimana terdapat sisa-sisa peninggalan yunani dan romawi (byzantium) antara lain gymnasium, kuil Apolo, kuil Pluto, basilica, permandian Roma, gerbang kota, juga theater roma masih bagus dan sedang direnovasi.

Denizli adalah kota terdekat ke Pamukkale, bus besar hanya sampai di Denizli kemudian harus ganti minubus (dolmus) ke Pamukkale. Dari Konya menuju Denizli jam 22:00 selama 6 jam, sampai di Denizli jam 4 subuh, hari masih gelap dan dinginnnn banget. Terminal juga sepi, sebagian lampu juga dimatikan. 

Dolmus ke Pamukkale baru akan ada jam 7 pagi, jadi kami harus tunggu. Kami cari dulu counter penjual tiket untuk beli tiket ke Selcuk. Tiket ke Selcuk dengan bus Pamukkale TL22, kami ambil jam 10 pagi. Denizli-Selcuk ditempuh dalam 4 jam.

Beres urusan tiket, kami cari tempat yg hangat, cuma ada cafetaria meskipun masih dingin juga dan pesan teh sambil menunggu pagi.

Terminal dolmus di sebelah teminal bus, jadi agak jalan sedikit tapi tidak keluar dari area terminal. Setelah agak terang kami pindah menuju terminal dolmus, ternyata ada ruangan tunggu dolmus yg ada pemanas portabel, kami duduk dekat2 pemanas bersama ibu2 yg juga nunggu.

Angkot dari Denizli ke Pamukkale TL3, perjalanan tidak sampai 1 jam. Kami di turunkan di desa Pamukkale pas di depan penginapan Artemis Yoruk. Karena Artemis termasuk dlm check list kami, maka kami memutuskan masuk. Setelah sepakat dengan harga TL50 1 kamar berdua (pake nawar ;p) & lihat kamarnya, kami memutuskan untuk menginap di situ. 

Setelah taruh barang, kami langsung ke luar lagi dan minta peta dan tanya arah ke Hierapolis, ternyata hanya 100 m dr Artemis.

Selagi jalan, kami disapa oleh seorang bapak pemilik restoran, dia bisa bahasa Inggris, tanya kita darimana, mau kemana, trus sekalian nawarin mampir ke restonya. Sekalian saja kami tanya Bank terdekat di situ, kami harus tukar uang lagi, karena sudah hampir kehabisan TL.

Kami diberitahu arah ke PTT, ada di jalan kecil, di perjalanan ke situ kami menemukan pohon Sakura lagi mekar banyak bunganya. Kami dapat kurs 1,75 net setelah dipotong komisi 2%, sedikit di bawah rate waktu di Bandara. Iseng2 kami beli perangko juga buat kenang2an. Beres tukar uang, kami ke Hierapolis yg tidak jauh lokasinya.


Kami sempat masuk ke lokasi kolam permandian air panasnya, harusnya bayar tp karena belum buka jd bs masuk gratis. Ada kolam dengan bebek2, cantik sekali dengan latar putih seperti salju tp sebenarnya batuan kapur. Setelah foto2 sebentar, kami masuk ke area Hierapolisnya. Tiket masuk TL20. Hierapolis termasuk UNESCO world heritage dan kompleksnya cukup besar untuk dijelalahi. Kami naik melalui batuan kapur, harus buka sepatu untuk melewatinya. Jalan cukup nanjak, tapi pemandangan dr atas spektakuler.....

Peta yg kami dapat dr Artemis malah lebih jelas drpd yg resmi wkt beli tiket. Kami jelajahi areanya seperti menjelajah satu kota, ada bekas gymnasium (tinggal tiang2nya), permandian umum, toilet umum, bekas benteng, kompleks pemakaman, gereja, tempat pertemuan dll, jangan sampai melewatkan Colosseum di puncak bukit, kondisinya masih bagus sekali. Area bawahnya sedang di renovasi, tapi masih boleh turun hingga setengahnya. Waktu itu hari Senin jadi museum tutup, sepertinya harus bayar lagi. Ada juga antique thermal pool, bisa berenang/berendam tp hrs bayar lagi.
 
Sakura @Pamukkale

Hierapolis ruins



Selesai jelajah sekitar jam 2 siang, udah kepanasan, capek dan laper. Kami keluar dari pintu keluar/masuk yg lain setelah melewati sederet makam. Ternyata dr situ bisa naik angkot kembali ke desa. Sebenarnya ada sumber air panas lain lagi yg warnanya merah, tapi sepertinya hrs bayar lagi, bisa jalan kaki atau naik angkot. Karena sudah kelaparan, kami memutuskan kembali ke penginapan.

Ongkos angkot TL2 sampai depan penginapan. Kami makan di rumah makan dekat situ, dan ternyata enak sekali. Saya pesan nasi dengan ikan trout TL10. Selesai makan, kami beli air di toko dekat situ lalu balik ke penginapan untuk istirahat.

 
Roman theater

Roman Theater

City Gate

Konya, Kota Rumi & Whirling Dervish

Maulana Jalaludin Rumi adalah seorang penyair Persia, ahli hukum, teolog dan sufi abad 13. Lahir 30 September 1207 di Balkh, Afganistan. Meninggal 17 Desember 1273 di Konya.

Whirling dervish disebut juga Sema, menyatukan tiga komponen dasar manusia: pikiran (pengetahuan dan pemikiran), hati (ekspresi, perasaan, puisi, dan musik), dan tubuh (mengaktifkan hidup dengan berputar). Ritual ini merupakan perjalanan rohani, sebuah pendakian dengan kecerdasan dan cinta, menuju "kesempurnaan ilahi."

Dalam simbolisme ritual Sema, topi wol semazen melambangkan batu nisan ego, rok putih lebar mewakili kain kafan. Dengan melepaskan jubah hitam, secara spiritual terlahir kembali ke kebenaran Allah.

Pada awalnya mereka melipat tangan secara melintang, untuk merepresentasikan keesaan Allah. Sementara berputar, lengan terbuka: lengan kanan diarahkan ke langit, siap untuk menerima kemurahan Tuhan, dan tangan kiri mengarah ke bumi untuk menyalurkan karunia rohani Tuhan kepada mereka yang menyaksikan Sema. Berputar dari kanan ke kiri semazen merangkul umat manusia dengan cinta.



Whirling Dervish @Museum
Selesai menjelajah Goreme Open Air Museum, kami buru-buru balik ke otogar karena sudah hampir waktunya berangkat ke Konya. Kami naik bus Suha, satu-satunya bus ke Konya yang jalan pagi hari, bus lain di atas jam 18.00. Bus datang lewat 5 menit. Konya ditempuh dalam 4 jam termasuk berhenti untuk makan siang selama 20 menit.

Sampai di Konya sudah jam 15 lewat, kami cari tiket dahulu untuk ke Denizli malam itu juga. Kami beli tiket bus Kontur jam 23.00 (TL45). Kami titip tas dahulu di locker yg ada di otogar. Tas kami berdua bisa masuk locker ukuran kecil TL5 untuk 12 jam.

Lalu keluar cari tahu bagaimana caranya ke Mevlana Museum. Susah sekali cari org yg bs berbahasa Inggris. Akhirnya kami keluar otogar dan tanya ke supir dolmus (angkot minibus) dan diantar sampai ke angkotnya dan bilang ke supir angkotnya untuk antar kami sampai Mevlana Museum. Kami diturunkan tepat di depan pintu masuk museum, ongkosnya TL1,7.

Antri beli tiket TL3, waktu sudah jam 16 lewat. Museum berupa kamar2 yg diisi dengan koleksi sesuai tema yg dicantumkan di depannya, misalnya musik, pemusik, baju yg digunakan dan lain sebagainya.

Terakhir ada makam Mevlana (saya tidak sempat masuk karena sudah keburu tutup tapi teman saya masih sempat) dan di sampingnya ada kotak yang berisi janggut Nabi Muhammad. beberapa org terlihat berdoa di sekeliling kotak kaca itu.

Kami keluar dengan diusir-usir, ternyata museum tutup jam 17.00, waktu kami kurang dari 1 jam. Kami cari mesjid karena teman saya mau sholat dulu. Ternyata wudhu untuk wanita harus jalan agak jauh, ada 1 tempat yg menyediakan toilet dan tempat wudhu gratis, uhh tumben2an nih........Selesai sholat, kami masih punya waktu untuk jalan2 di Konya, liat2 suvenir yg berhubungan dengan Rumi, whirling dervish. Kami sebenarnya pengen nonton whirling dervish di Konya, tempat aslinya tapi ternyata hanya ada hari Sabtu saja, dan gratis. Ini hari minggu, jadi ya sudahlah kami tunda nontonnya di Istanbul saja.
 
Mevlana Museum


Tujuan selanjutnya adalah Alaaddin Tepesi (Bukit Aladin) yg ada di pusat kota Konya. Di jalan, kami tanya2 arah ke Aladin tapi tidak ada yg ngerti bhs Inggris, sampai ada 1 cewek menawarkan bantuan. Dia mau mengantar kami sampai Aladin, katanya dia mau mempraktekkan bhs Inggrisnya yg lama gak dipakai. Sekalian kami tanya cara balik ke otogar. Dia sarankan naik tram saja karena tidak mungkin kesasar, pasti sampai otogar, dan tram bisa dinaiki dari sekeliling bukit Aladin itu. Untuk naik tram harus punya kartu yg dijual perdananya seharga TL4, nanti akan dipotong ongkos tram seharga TL1,7 per org per trip, jd harga jauh dekat sama. Kami dibantu membeli kartu tram di toko.

Kami makan malam di RM namanya Urfa Lahmacun, letaknya tidak jauh dr Mc D dpn Aladin Tepesi. Paket ayam, nasi, salad & cola TL6,5. Enak dan puas karena makan nasi hehehe......
Dinner@Konya
 
Setelah makan, kami menjelajahi bukit Aladin, yg sebagian ternyata lagi direnovasi, sepertinya low season semua di renovasi ya......
Ada mesjid Aladin thn 1155-1220 dengan arsitek orang Damaskus. Hanya foto2 di depannya saja, karena sudah tutup.

Kami kembali ke otogar naik tram. Sampai di otogar sekitar 8.30 malam. Kami ke Kontur untuk minta diubah keberangkatan menjadi jam 10 malam, ternyata masih bisa. Kami ambil tas di loker dan menunggu bus menuju Denizli.

Goreme Open Air Museum

Goreme Open Air Museum merupakan salah satu world heritage site di Turkey, yang wajib dilihat. Berjarak 1 km dari pusat kota Goreme, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Merupakan peninggalan jaman Bizantium yang berupa beberapa gereja, kapel dan biara yang dibangun di dalam gua, ada yg masih bagus ada juga yg sudah rusak, beberapa dilarang untuk dipotret. Tiket masuk TL15.

Setelah sarapan kami lgs check out menuju otogar, titip tas di Kantor Bus Suha lalu jalan kaki ke Goreme Open Air Museum. Setelah keluar masuk, naik turun gua-gua, terakhir keluar menuju Tokali Church, gereja abad 10-11. Lukisan di seluruh dinding gereja masih bagus dan bisa dikenali gambarnya. Sewaktu kami di situ hanya ada kami berdua dan penjaganya ngajak ngobrol, dia senang karena kami dari Indonesia dan dia jelaskan beberapa gambar di dinding. Ada lukisan peristiwa saat kelahiran Yesus, last super dan sebagainya. Seharusnya tidak boleh motret tapi si bapak penjaga bilang boleh motret 1 kali aja hehehehe.....

Goreme City

Alien@Goreme

Goreme Open Air Museum

Fresco @Goreme Open Air Museum

Fresco @Goreme Open Air Museum

Tokali Church